Plt Bapenda Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara (Foto : Dokumen MalangTIMES)
Plt Bapenda Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara (Foto : Dokumen MalangTIMES)

MALANGTIMES - Ketetapan Perbup (Peraturan Bupati) Malang nomor 18 tahun 2020 membuat target pajak daerah dipukul rata mengalami penyesuaian. Termasuk salah satunya target PBB (Pajak Bumi dan Bangunan). 

Dijelaskan Plt (Pelaksana tugas) Bapenda (Badan Pendapatan Daerah) Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara, dari yang semula PBB ditarget Rp 70 miliar kini targetnya mengalami penyesuaian hingga Rp 45 miliar.

Baca Juga : Berikut Sektor Pajak yang Paling Terpengaruh Akibat Adanya Pandemi Covid-19

”Semenjak masifnya penularan covid-19 di Kabupaten Malang, membuat target PBB terpaksa disesuaikan sebanyak Rp 25 miliar dari target sebelumnya yang dipatok Rp 70 miliar,” ungkap Made. 

Dari target Rp 45 miliar tersebut, lanjut Made, hingga menjelang akhir bulan Juni 2020 sudah realisasi sekitar 30 persennya. ”Berdasarkan data yang kami himpun, sampai dengan akhir bulan kemarin (Juni 2020, red) PBB sudah memperoleh pendapatan Rp 13,3 miliar,” ucap Made. 

Jika dibandingkan dengan data sebelum adanya penyesuaian target, yakni sepanjang bulan Januari hingga April 2020 sektor PBB memperoleh penghasilan Rp 6,4 miliar atau setara dengan 10 persen dari target yang dulu dipatok Rp 70 miliar. 

”Biasanya para wajib pajak memang membayarkan kewajiban PBB menjelang akhir tahun. Apalagi saat ini penularan covid-19 masih terus bertambah, pastinya ya lebih sulit untuk merealisasi target yang ditentukan. Tapi kami tetap optimis jika target paska adanya penyesuaian itu bisa segera tercapai,” tegas Made. 

Target pribadi yang diusung Made tersebut sepertinya tidak terlalu muluk-muluk, terlebih jika melihat tren positif yang terjadi dalam kurun waktu beberapa tahun belakangan ini. 

Baca Juga : Didenda KPPU Rp 30 Miliar, Ini Tanggapan Grab hingga Hotman Paris sebagai Kuasa Hukum!

Sebagai contoh, terang Made, pada tahun 2019 lalu sektor PBB memang mengalami surplus hingga nyaris 13 persen dari target yang sudah ditentukan. 

”Tahun lalu (2019, red) target PBB Rp 64 miliar, sedangkan hingga tutup buku kami (Bapenda Kabupaten Malang, red) mampu memperoleh penghasilan Rp 72,2 miliar atau surplus sekitar Rp 8 miliar,” pungkasnya.