Jokowi dan Erick Thohir (Foto:  Kompasiana.com)
Jokowi dan Erick Thohir (Foto: Kompasiana.com)

MALANGTIMES - Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin memang kerap kali mencuri perhatian, terlebih susunan Kabinet Indonesia Maju 2019-2024.  

Semenjak muncul pernyataan Jokowi akan mereshuffle kabinet, berbagai reaksi pun muncul dari beberapa pihak.  

Baca Juga : Heboh Aksi Pak Rektor Ikut Demo Mahasiswa, Nyatakan Mundur sambil Buka Baju

Kali ini giliran Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional (PPJNA) Aktivis 98, mereka mendesak Jokowi agar segera mencopot jabatan Erick Thohir sebagai Menteri BUMN.  

Padahal jika dilihat dari awal Erick Thohir menjabat, beberapa gebrakan baru sukses ia lakukan.  

Lantas ada apa PPJNA meminta hal tersebut? Permintaan itu berawal dari beredarnya video sekelompok orang yang mendeklarasi Erick untuk maju sebagai calon presiden pada 2024 mendatang.  

Dikatakan Ketua PPJNA Aktivis 98, Anto Kusumayuda, maju sebagai calon presiden merupakan hak demokrasi. Hanya saja, sangat tidak etis jika hal tersebut dilakukan saat Presiden Jokowi dan jajaran kabinet lain masih sibuk bekerja untuk mengatasi Covid-19.  

"Presiden sebaiknya mencopot Erick Thohir, jangan sampai terjadi konflik interest," ujar Anto.  

Baca Juga : Soroti Insiden Jokowi Marah, Amien Rais Beri Peringatan: Jangan Bernasib seperti Pak Harto

Lebih lanjut ia mengatakan agar Erick lebih fokus mempersiapkan diri kalau memang benar berniat maju Pilpres 2024.  

PPJNA Aktivis 98 lantas memberikan alasan lain yakni kekhawatiran BUMN bakal dimanfaatkan untuk kepentingan perseorangan atau kelompok tertentu.  

Menurut Anto, BUMN merupakan perusahaan milik negara dan milik seluruh rakyat Indonesia. Oleh sebab itu, pengelolanya harus sepenuhnya dipergunakan untuk menyejahterakan rakyat.