Kepala Kantor BMKG Karangkates sedang menjelaskan terkait WRS New Generation yang berada di Kantor Bupati Malang, Pendopo Kepanjen, Minggu (5/7/2020). (Foto: BMKG Karangkates)
Kepala Kantor BMKG Karangkates sedang menjelaskan terkait WRS New Generation yang berada di Kantor Bupati Malang, Pendopo Kepanjen, Minggu (5/7/2020). (Foto: BMKG Karangkates)

MALANGTIMES - Pemerintah Kabupaten Malang mendapat tambahan alat pendeteksi dini gempa dan tsunami yang bernama Warning Receiver System (WRS) New Generation berjumlah empat unit yang diklaim paling terbanyak se Jawa Timur.

Kepala BMKG (Badan Meteorologi dan Geofisika) Karangkates, Kabupaten Malang, Musripan menyatakan bahwa Kabupaten Malang saat ini telah mendapat tambahan empat unit WRS New Generation yang telah ditempatkan di beberapa titik.

"Ya mas di Malang ada 4 WRS newgen telah terpasang di Kabupaten Malang; 1. Stasiun Geofisika Malang tempat saya, 2. Kantor Bupati Malang, 3. BPBD Kabupaten dan BPBD Kota. Semua termasuk wilayah di Kabupaten Malang," jelasnya ketika dikonfirmasi MalangTimes, Minggu (5/7/2020).

Musripan mengatakan bahwa di Provinsi Jawa Timur, Kabupaten Malang merupakan pemilik WRS New Generation terbanyak. Jika dibandingkan dengan wilayah di sekitar Kabupaten Malang, seperti Blitar dan Kediri, Kabupaten Malang masih jauh lebih unggul.

"Daerah lain itu hanya satu atau dua (WRS New Generation). Kediri bahkan tidak ada, Blitar kemarin cuma satu, ini proses pengajuan juga untuk di kotanya (Kota Blitar). Kalau Kabupaten Malang ini sudah ada empat," tandasnya. 

Salah satu alasan Kabupaten Malang miliki WRS dalam jumlah yang termasuk banyak, dikarenakan seringkali episentrum gempa bumi muncul di Kabupaten Malang wilayah selatan. 

Selain di selatan Kabupaten Malang, di wilayah selatan Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Jember, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Blitar hingga Kabupaten Pacitan kerap kali menjadi daerah yang rawan sebagai episentrum gempa bumi.

Lebih lanjut Musripan mengatakan bahwa pemasangan WRS diperbanyak di wilayah Kabupaten Malang, dikarenakan kantor BMKG Karangkates berada di wilayah Kabupaten Malang.

"Karena saya (berkantor) di sini. Jadi pertimbangannya karena saya di sini, jadi usul lebih banyak di sini. Kalau yang lain ini masih saya usulkan juga tapi masih proses, karena ada Covid-19 ini anggaran juga berdampak," katanya. 

Lebih rincinya, WRS New Generation telah ditempatkan dan terpasang di Kantor BMKG Karangkates, Kantor Kecamatan Gedangan, Kantor BPBD Kabupaten Malang dan yang terakhir di Kantor Bupati Malang, Pendopo Kepanjen, Kabupaten Malang. 

Khusus untuk WRS New Generation yang dipasang di Kantor Bupati Malang, Pendopo Kepanjen, Musripan menjelaskan selain faktor geografis, bahwa pemasangan tersebut merupakan instruksi langsung dari Bupati Malang HM. Sanusi. Selain karena faktor geografis, kata Musripan, penempatan WRS generasi baru ini karena instruksi langsung Bupati Malang, H.M Sanusi.

"Ya kami kalau tidak ada instruksi dari pihak pemerintah daerah ya tidak boleh. Seperti di Jember itu karena bupatinya tidak mengizinkan ya makanya kami double penempatan (WRS-nya) di Kantor BPBD di sana," jelasnya. 

Menurut Musripan, meneruskan pernyataan Sanusi bahwa alasan mengapa diletakkan di Pendopo Kepanjen dikarenakan Kecamatan Kepanjen merupakan wilayah yang padat penduduknya dan kurang lebih juga hampir dekat dengan pantai. 

Sementara itu, disinggung terkait dana yang harus dikeluarkan untuk sebuah WRS New Generation tersebut, Musripan mengmyebutkan bahwa harga per unitnya mencapai ratusan juta rupiah.

"Sekitar Rp 250 juta. Ya (dananya dari BMKG Pusat). Semua perangkat beserta install dan pemeliharaan dari BMKG, untuk yang ketempatan hanya bayar pulsa untuk tahun depan, soalnya tahun ini sudah terisi sampai tahun depan. Mungkin pulsa sebulan antara 100 -150 ribu," pungkasnya kepada MalangTimes.

Musripan berharap, dengan adanya percepatan penyebarluasan informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami melalui WRS New Generation dapat mempercepat respons dalam penanganan bencana, sehingga dapat memberikan manfaat nyata dalam menyelamatkan masyarakat Indonesia dari bencana.