Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), John Kenedie saat dikonfirmasi oleh awak media, Jumat (3/7/2020).
Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), John Kenedie saat dikonfirmasi oleh awak media, Jumat (3/7/2020).

MALANGTIMES - Pada tahun ini, Upacara peringatan Hari Raya Yadnya Kasada atau Pujan Kasada Suku Tengger akan dilaksanakan secara tertutup dan privat hanya untuk masyarakat Suku Tengger dengan menjalankan protokol kesehatan Covid-19. 

Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) John Kenedie menuturkan bahwa pada tahun ini gelaran peringatan Hari Raya Yadnya Kasada dilakukan hanya untuk masyarakat Suku Tengger dan meminimalisir kegiatan dalam upacara tersebut yakni hanya untuk beribadah saja.

"Untuk Kasada sudah kita sepakati hanya untuk beribadah, dan khusus untuk masyarakat suku Tengger," tuturnya ketika dikonfirmasi oleh awak media, Jumat (3/7/2020). 

John Kenedie juga menegaskan bahwa tidak boleh ada kegiatan wisata sedikit pun dan seluruh kegiatan dalam Hari Raya Yadnya Kasada bagi masyarakat Suku Tengger harus menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat. 

"Tidak boleh ada kegiatan wisata sama sekali, dan Kasada ini juga ketat protokol kesehatan," tegasnya. 

Momentum upacara peringatan hari raya umat Hindu ini dilaksanakan secara tertutup dan hanya untuk masyarakat Suku Tengger karena kebetulan pada tahun ini, Indonesia khususnya wilayah Malang, Pasuruan, Lumajang dan Probolinggo mengalami pandemi Covid-19.

Dengan penambahan pasien positif Covid-19 di beberapa wilayah sekitar TNBTS membuat pengurus untuk meminimalisir kegiatan di dalam wilayah TNBTS. Karena hingga sampai saat ini masih belum terdapat pasien positif Covid-19 pada masyarakat Suku Tengger yang harapannya jangan sampai ada penularan di dalamnya. 

"Masyarakat Tengger sampai saat ini belum ada yang terkena, jadi mereka menjaga juga jangan sampai terkena Covid-19," ujar John Kenedi kepada awak media. 

Untuk mewujudkan hal tersebut, jajaran pengurus TNBTS menempatkan para anggotanya untuk berjaga selama 24 jam non stop dengan sistem pergantian antar waktu agar tidak sampai kecolongan untuk wisatawan masuk ke wilayah TNBTS.

Selain pengurus TNBTS, John mengatakan bahwa yang turut serta dalam menjaga di pos-pos pengamanan di wilayah TNBTS dibantu oleh sahabat gunung. 

"Pihak TNBTS juga stand by 24 jam untuk berjaga agar tidak ada wisatawan yang memaksa masuk. Kita juga dibantu oleh teman-teman sahabat gunung," ujarnya. 

Karena beberapa waktu lalu masih didapati wisatawan yang memaksa masuk, padahal telah jelas terdapat plang dilarang masuk sebagai upaya pencegahan persebaran Covid-19 di wilayah TNBTS kepada masyarakat Suku Tengger.

"Kemarin ada beritanya mau dibuka dan dari arah Lumajang memaksa masuk. Mereka gak tau kalau sebenarnya masih kita tutup," ungkapnya. 

Sementara itu, John mengatakan bahwa dirinya bersama pihak jajaran TNBTS serta para relawan Sahabat Gunung akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait penutupan sementara TNBTS bagi wisatawan yang ingin melihat upacara peringatan Hari Raya Yadnya Kasada selain secara verbal juga akan dilakukan pemasangan plang-plang pemberitahuan. 

Selain itu untuk saat ini, TNBTS bersama semua pihak sedang melakukan bersih-bersih gunung untuk persiapan upacara Hari Raya Yadnya Kasada yang akan digelar pada tanggal 6-7 Juli 2020.