Anggota Komisi C DPRD Kota Malang Ahmad Fuad Rahman saat lakukan rapid test (Istimewa).
Anggota Komisi C DPRD Kota Malang Ahmad Fuad Rahman saat lakukan rapid test (Istimewa).

MALANGTIMES - Insentif bagi tenaga medis belum juga cair. DPRD Kota Malang pun memberi peringatan keras kepada Pemerintah, dan memberi waktu hingga akhir Juli ini untuk segera menyalurkan insentif bagi para tenaga medis.

Anggota Komisi C DPRD Kota Malang, Ahmad Fuad Rahman menyampaikan, banyak tenaga medis yang mengeluh lantaran insentif bagi mereka belum juga turun. Padahal, penanganan Covid-19 di Kota Pendidikan ini sudah terlaksana sejak Maret lalu.

Baca Juga : Tabung LPG Ngowos, Warung Bakso Nyaris Ludes Terbakar, Dua Orang Terluka

"Anggarannya sudah ada. Jika memang sudah ada hitungannya agar segera dicairkan. Maksimal akhir bulan ini," katanya.

Politisi PKS itu menyampaikan, pencairan insentif bagi para tenaga medis sangat penting untuk segera direalisasikan. Karena itu juga menjadi salah satu bentuk apresiasi kepada tenaga medis dalam menangani pandemi Covid-19 ini.

Terlebih, saat ini jumlah pasien Covid-19 di Kota Pendidikan ini terus bertambah. Sehingga membuat penanganannya harus dilaksanakan lebih cepat dan lebih bekerja keras lagi.

Dia pun menyoroti realisasi belanja untuk penanganan Covid-19 di Kota Malang. Karena sampai Juni 2020, tercatat masih belum tercapai hingga 50 persen. Sehingga, penanganan Covid-19 ia nilai lebih lambat. Sedangkan penyerapan besaran anggaran sebelumnya juga telah disepakati.

"Maka ini harus diperhatikan. Perencanaan harusnya lebih matang, jangan asal seperti sekarang," tegasnya.

Bukan hanya itu, Fuad juga meminta agar Pemkot Malang segera meminta bantuan mobil PCR ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur secepat mungkin. Karena saat ini, dua laboratorium PCR yang disediakan di Kota Malang tak berfungsi maksimal lantaran terkendala alat.

"Supaya proses tracking juga lebih cepat," tambahnya.

Baca Juga : Aksi Demo Mahasiswa Papua di Perempatan Rajabali, 4 Arah Jalan Sempat Ditutup 3 Jam

Sementara berkaitan dengan rumah karantina dan ketersediaan rumah sakit yang terus berkurang lantaran terus bertambahnya pasien, Fuad menyarankan agar Pemkot Malang segera menyiapkan tempat karantina kedua dan penambahan rumah sakit penanganan Covid-19.

"Karena yang sangat ditakutkan adalah membludaknya jumlah pasien," pungkasnya.