Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko (berkopyah) saat meninjau rumah isolasi pasien Covid-19 di Jl Kawi, Jumat (3/7). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko (berkopyah) saat meninjau rumah isolasi pasien Covid-19 di Jl Kawi, Jumat (3/7). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Penempatan pasien Covid-19 di Kota Malang yang akan dipindahkan ke rumah isolasi telah siap secara efektif untuk difungsikan hari ini (Jumat, 3/7/2020).

Rumah isolasi yang berada di Balai Diklat Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pemerintah Provinsi Jawa Timur Jl Kawi itu disiapkam berkapasitas maksimal 60 bed.

Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko meninjau secara langsung area rumah isolasi untuk memastikan segala kesiapan ketersediaan fasilitas di rumah isolasi hari ini.

Mulai dari area simulasi dari kedatangan pasien, pemeriksaan awal, hingga diputuskan si pasien akan menginap dan diisolasi atau tidak. Secara keseluruhan, dikatakannya tempat untuk pasien positif Covid-19 sudah layak.

"Secara keseluruhan, tempat layak, personel siap, tenaga medis dan segala macamnya. Kita sudah cek secara langsung mulai dari simulasi pasien datang, diterima di tempat penerimaan pasien, masuk ke ruang poli disambut tenaga medis lengkap dengan APD (Alat Pelindung Diri) standart 3, dilakukan pemeriksaan, kemudian baru ditempatkan diputuskan di kamar berapa mereka harus menginap dan diisolasi," ujarnya.

Dari pantauan MalangTIMES, untuk ruang kamar yang akan digunakan pasien dengan bed berwarna putih juga dilengkapi lemari, meja, dan kursi di masing-masing ruangan. Jarak antar bed juga telah memenuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yakni 1 meter.



Bung Edi sapaan akrabnya menambahkan, sistem perawatan pasien juga dinyatakan siap. Termasuk peralatan bagi tenaga medis hingga ruang khusus bagi mereka.

"Begitu masuk di kamar sudah kita lihat tadi yang di bawah 16 bed, kemudian di atas ada sekitar 30 lebih bed yang disiapkan. Begitu juga kita cek kantor dari tenaga medis, sudah disiapkan monitor secara lengkap dengan CCTB di semua kawasan sini," imbuhnya.

Dalam hal ini, ia juga memastikan tempat pasien untuk mencuci pakaian. Begitu juga dengan peralatan mandi hingga handuk yang disiapkan petugas di rumah isolasi.

Nantinya, bahkan bukan hanya pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 dengan gejala ringan atau yang memang rumahnya tidak memenuhi kategori saja yang akan menempati, tetapi juga untuk para petugas gabungan yang berisiko karena kontak erat.

"Disiapkan juga alat mandi dan sebagainya, termasuk handuk. Tapi dia harus bisa merawat dirinya, mencuci sendiri dan seterusnya. Makan disiapkan 3 kali sehari untuk warga yang diisolasi di sini. Dan kita akan lakukan langkah-langkah untuk kegiatan operasi gabungan maupun berkenaan dengan siapa saja yang harus ditempatkan di rumah isolasi di Jl Kawi ini," terangnya.



Sebagai informasi, meski mulai difungsikan hari ini namun belum ada pasien yang secara efektif mulai diisolasi di rumah yang disiapkan Pemkot Malang tersebut. Hingga saat ini data yang tercatat masih ada 16 pasien yang terbagi dari setiap wilayah di Kota Malang. 

"Nanti tim dari Dinas Kesehatan yang akan melihat secara mendalam mana-mana pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang harus masuk di rumah isolasi. Karena ada beberapa kriteria yang hal itu pertimbangan lapangannya melalui Dinas Kesehatan," tandasnya.