Suasana workshop "Bimtek Pembuatan Media Pembelajaran Daring". (Foto: istimewa)
Suasana workshop "Bimtek Pembuatan Media Pembelajaran Daring". (Foto: istimewa)

MALANGTIMES - Pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang dilakukan selama pandemi covid-19 tidaklah mudah bagi para siswa. Selain kesulitan perkara teknologi, gairah untuk belajar jarak jauh juga pastinya berbeda dengan belajar secara langsung di sekolah. Untuk itu, para kepala sekolah dan dinas pendidikan harus mencari terobosan kreatif yang bisa membangkitkan kembali gairah siswa untuk kembali belajar secara optimal.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) kota Malang dan sekolah-sekolah kota Malang pun merespons permasalahan ini. Beberapa SD Negeri mengombinasikan power point dan video. Untuk menyukseskan pembelajaran jarak jauh dengan inovasi ini, belum lama ini puluhan pendidik dari Gugus 7 Lowokwaru yang terdiri atas SDN Tunggulwulung 1 Malang, SDN Tunggulwulung 2 Malang, SDN Tunggulwulung 3 Malang, SDN Jatimulyo 2 Malang dan SDN Jatimulyo 5 Malang pun mengikuti workshop. Workshop tersebut bertajuk "Bimtek Pembuatan Media Pembelajaran Daring".

Baca Juga : Kadisdikbud Beri Motivasi SMPN 4 Malang untuk Jadi Sekolah Unggulan

Kegiatan yang diinisiasi oleh Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Gugus 7 Lowokwaru ini dibuka secara langsung oleh Jupri, Pengawas SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) kota Malang.

"Melalui penyajian media pembelajaran daring yang disajikan dalam bentuk power point’ maupun video, nantinya proses transformasi pembelajaran akan menyenangkan, tidak membosankan, mudah dipahami oleh peserta didik yang pada akhirnya nanti pembelajaran jarak jauh berbasis daring sesuai harapan semua pihak," ujar Jupri.

Ia berharap agar peserta benar-benar fokus, sungguh-sungguh dan memperhatikan materi yang disajikan agar dapat dipahami, dijalankan dan diimplementasikan dengan baik. Lalu hasilnya dapat dilihat dari media pembelajaran daring yang disajikan.

Ketua Gugus 7 Lowokwaru yang juga merupakan Kepala SDN Tunggulwulung 1 Malang Misgiarti menyatakan, jumlah peserta pada kegiatan tersebut kurang lebih 50 orang guru.

"Terdiri atas guru kelas satu sampai dengan guru kelas enam, guru mata pelajaran PJOK, guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, dan guru muatan lokal bahasa Inggris," sambungnya.

Baca Juga : Inilah 4 Syarat yang Harus Dipenuhi untuk Proses Belajar Tatap Muka di Zona Hijau Covid-19

Nah, dalam upaya mematuhi protokol kesehatan, peserta dibagi dalam dua kelompok di dua tempat yang berbeda. Untuk guru kelas satu sampai dengan kelas tiga berada di lantai satu. Untuk guru kelas empat sampai dengan guru kelas enam berada di lantai dua SDN Tunggulwulung 1 Malang. Sedangkan untuk guru mata pelajaran dan guru muatan lokal ditempatkan di SDN Jatimulyo 2 Malang.

Selama tiga hari penyelenggaraan workshop, peserta menerima beberapa materi terkait dengan penyusunan program pembelajaran, pembuatan power point pembelajaran daring, serta pembuatan video pembelajaran.