Suasana Pasar Besar Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Suasana Pasar Besar Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pembangunan Pasar Besar Kota Batu merupakan salah satu pekerjaan rumah dan program terbesar dalam kepemimpinan Wali Kota Dewanti Rumpoko. 

Namun, meski dihadang pandemi covid-19, rencana pembangunan Pasar Besar Kota Batu pada tahun 2021 mendatang  masih sesuai dengan target semula.

Baca Juga : Parkiran Sumbang PAD Kabupaten Malang Hingga Ratusan Juta

Dewanti mengatakan,  saat ini perencanaan pembangunan Pasar Besar Kota Batu sedang berjalan dalam tahapan detailed engineering design (DED). “Hingga saat ini progres masih berjalan. Sudah sampai pada DED,” ucapnya.

Dalam layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) itu, DED revitalisasi Pasar Besar Kota Batu ktu dimenangkan Saranabudi Prakarsaripta dari Kota Semarang. Nilai pengerjaannya sebesar Rp 2,2 miliar.

“Anggaran DED ini diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD),” imbuh politisi PDIP tersebut.  

Menurut Dewanti, saat ini bangunan Pasar Besar Kota Batu berdiri di atas lahan 2,5 hektare. Sedangkan sisanya, 2 hektare, terbagi untuk lahan parkiran dan sebagainya. 

“Lahan keseluruhan Pasar Besar Kota Batu ini ada 4,5 hektare dengan lima unit pasar. Bangunan saja 2,5 hektare. Sisanya parkiran dan lain-lain,” ujar Dewanti.

Revitalisasi Pasar Besar Kota Batu itu menggunakan anggaran dari APBN sebesar Rp 200 miliar. Akhir tahun 2020 ini, rencananya dilakukan relokasi pedagang. 

Baca Juga : Masih Ada 4 Hotel di Kota Batu Masih Belum Diizinkan Buka

“Tetapi anggaran itu diberikan jika bangunan lama sudah menjadi tanah. Jadi, akhir tahun 2020 pedagang direlokasi, kemudian bangunan diratakan dengan tanah,” ujarnya.

Dalam master plan, bangunan pasar hanya memakan luas satu hektare. Sisanya, 3,5 hektare, bisa digunakan untuk rest area dengan fasilitas 30 kamar mandi dilengkapi musala dan air hangat.