Wisatawan saat berswa foto di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). (Foto: Istimewa).
Wisatawan saat berswa foto di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). (Foto: Istimewa).

MALANGTIMES - Menghadapi New Normal atau adaptasi tatanan kehidupan baru di tengah pandemi Covid-19 memberikan peluang bagi sektor pariwisata di Indonesia. Pasalnya, secara bertahap destinasi-destinasi wisata kini sudah mulai ancang-ancang bahkan ada juga yang sudah mulai beroperasi.

Salah satu destinasi wisata di Jawa Timur Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) bakal ikut andil untuk kembali beroperasi dalam waktu dekat.

Kepala Balai Besar TNBTS, John Kenedie mengatakan pembukaan area kawasan destinasi wisata Gunung Bromo akan dibuka secara bertahap. Untuk sementara waktu, hanya wilayah berzona kuning saja yang akan kembali membuka kawasan dari 4 daerah Kabupaten yang menjadi pintu akses menuju area wisata. Yakni, Kabupaten Malang, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Probolinggo, dan Kabupaten Pasuruan.

"Bromo ini pun yang boleh zona kuning. Kalaupun nanti ada zona oranye, kami minta rekomendasi dari Bupati sebagai gugus tugas penanganan Covid-19, itu SOP kita. Kita hanya menyiapkan tempat, kalau ada jaminan aman ya kita buka," ujarnya ditemui Rabu (1/7/2020).

Nantinya, untuk pembukaan kawasan area wisata tersebut akan dibuka secara bertahap. Hal itu sesuai dengan Surat Edaran (SE) dari Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

"Jadi kita membukanya secara bertahap berdasarkan Carrying Capacity (daya dukung). Bromo ini kita buka 10 sampai 30 persen, kalau nanti kondisinya semakin baik bisa dinaikkan 40 maksimal sampai 50 persen," imbuhnya.

Hanya saja, kapan akan dibuka kembali kawasan destinasi wisata tersebut pihaknya masih menunggu kesepakatan bersama 4 Pemda yang menjadi akses keluar masuk area wisata.

"Tanggal belum pasti, kita menunggu rekomendasi resmi dari 4 Bupati karena saat saya menutup saya mendapat rekom dari mereka juga," terangnya.

Sementara itu, di kesempatan tersebut Bupati Lumajang Thoriqul Haq memastikan jika semua Pemda yang menjadi akses keluar masuk wisata Gunung Bromo telah menyepakati akan mengoperasionalkan kembali destinasi yang menjadi jujugan wisatawan hingga manca negara tersebut.

Hanya saja untuk kawasan pendakian Semeru belum masuk prioritas untuk kembali dioperasionalkan di masa New Normal sektor pariwisata.

"Prinsipnya semua bersepakat untul dibuka, kecuali pendakian Semeru. Yang ke Bromo semua sepakat untuk dibuka, dengan catatan mengikuti protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Semua mengikuti aturan-aturannya mekanismenya cara-caranya. Nah, berikutnya kami juga sepakat bahwa pendakian masih kami tutup," ungkapnya saat ditemui di Balai Besar TNBTS.