Bakal calon bupati Malang dr Umar Usman
Bakal calon bupati Malang dr Umar Usman

MALANGTIMES - Pemerataan ekonomi menjadi salah satu isu yang selalu dibawa dan dikembangkan oleh para calon kepala daerah. Isu tersebut selalu dibawa untuk menjanjikan masyarakat kesejahteraan serta pemerataan ekonomi.

Tampaknya senjata itu juga tak lepas menjadi amunisi bagi bakal calon bupati Malang dr Umar Usman. Saat hadir dalam program Times Talk, Umar menyampaikan bahwa kesejahteraan dan pemerataan ekonomi menjadi yang paling utama untuk dikembangkan di Kabupaten Malang.

Baca Juga : PKB Incar Tiga Partai Non Parlemen untuk Mengusung Calon Bupati

 

Dia menyabut, Kabupaten Malang saat ini memiliki ketimpangan kesejahteraan yang sangat kentara, terutama dalam bidang perekonomian, karena hanya dikuasai segelintir orang. Itulah yang dia sebut membuat angka kemiskinan Kabupaten Malang melonjak tajam. "Ada beberapa hal yang kami prioritaskan agar bagaimana ekonomi di Kabupaten ditingkatkan," katanya.

Berbicara tentang kesejahteraan masyarakat, host Times Talk kemudian menyinggung  adanya praktik penguasaan proyek yang sempat disampaikan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj. Said Aqil Siradj pernah menyampaikan bahwa Malang memiliki satu orang yang selalu menguasai proyek pemerintahan di Malang dan sangat berpengaruh pada kesejahteraan ekonomi di Malang.

Menanggapi itu, Umar berpendapat bahwa jejaring memang harus dilakukan dengan semua pihak, terutama untuk kemajuan Kabupaten Malang. Dia berpendapat pemerataan proyek lebih baik sehingga tak hanya dikuasai oleh segelintir orang. 

"Semua orang berhak mempunyai kesempatan yang sama. Paling penting kualitas pelaksanaan proyek," katanya.

Dia menyampaikan pelaksanaan dan pengerjaan proyek yang sesuai kualitas menjadi yang paling penting. Dia pun mencontohkan pengerjaan infrastruktur yang memang perlu evaluasi lebih jauh.

Pria yang juga menjabat sebagai direktur RSUD Kota Malang itu berpendapat bahwa mafia proyek hanya akan memberi keuntungan terhadap segelintir orang. Keuntungan sepihak itu juga yang pada akhirnya membuat birokrasi pemerintahan memiliki nilai jelek di mata masyarakat.

"Kalau ada mafia, pasti ujungnya adalah keuntungan terselubung. Ini yang dianggap masyarakat di orde lalu, proyek hanya formalitas dan selesai di atas kertas. Bahkan proyek kualitasnya sangat buruk," imbuhnya. "Dulu katanya seperti itu. saya dengar-dengar saja," tambah Umar.

Baca Juga : DPC Gerindra Kabupaten Malang Jajaki Komunikasi dengan 3 Poros Kekuatan di Pilkada 2020

 

Dia juga menegaskan bahwa anggaran yang ada dan dialokasikan untuk pembangunan harus dijaga dan tidak disalahgunakan untuk praktik serupa. "Strategi kami paling tidak berharap selain ekonomi dan infrastrukrur jalanan bagus. Kami ingin infrastruktur nyambung ke beberapa darah. Sehingga potensi ekonomi dan lainnya bisa terbangun," tambah Umar.