Bupati Malang HM Sanusi (Foto Dokumen Malang TIMES)
Bupati Malang HM Sanusi (Foto Dokumen Malang TIMES)

MALANGTIMES - Bupati Malang HM Sanusi mau buka suara terkait sosok Harry Setia Budi yang dalam tempo lima bulan bertugas di Pemkab Malang sudah berhasil menduduki jabatan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A).

MalangTIMES.com mengonfirmasi kepada Bupati Malang HM Sanusi, apakah proses pengangkatan Harry sebagai kepala Dinas DP3A setelah tiga bulan menjadi staf lantaran yang bersangkutan memiliki ikatan kekeluargaan dengan dirinya?

Baca Juga : Bupati Sanusi Diduga Bagi-Bagi Kursi Jabatan di Tanah Suci Makkah

 

Bupati yang akan merebut kembali tahta kepemimpinan di Pemkab Malang pada Pilkada Malang 2020 berpasangan dengan Ketua DPRD Didik Gatot Subroto ini memberi penjelasan singkat.  

”Lek (kalau) saudara tidak, tapi nek (kalau) kenal baik iya,” ucap Sanusi dengan nada terbata-bata ketika ditanya hubungan dirinya dengan Harry Setia Budi, Ketua DP3A Kabupaten Malang.

Ketika ditemui wartawan di Pendapa Pringgitan Agung, Rabu (24/6/2020) tengah malam, Sanusi mengaku jika kedekatannya dengan Harry tersebut terjadi lantaran dirinya juga mengenal baik keluarga Aparatur Sipil Negara (ASN) yang baru pindah dari Raja Ampat itu.

Bahkan, pria yang juga pernah menjabat Wakil Ketua DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kabupaten Malang ini, juga tidak memungkiri jika dirinya juga sempat “bertemu” dengan Harry dan keluarganya saat pergi umroh ke tanah suci Makkah.

”Karena waktu umroh bersamaan gitu aja, iya ibuknya (Harry) kan orang mana, (Kecamatan) Karangploso itu,” sambung Sanusi.

Grafis

Pengakuan Sanusi kepada MalangTIMES.com ini sama dengan penjelasan Harry Setia Budi saat ditemui di ruang kerjanya pada pertengahan Juni 2020 lalu.

Saat itu Harry menceritakan secara detail awal mula dirinya bisa pindah tugas ke Kabupaten Malang.

Yang membuat banyak pihak kaget karena setelah sekitar 5 bulan berdinas di Pemkab Malang, dirinya sudah menjabat Kepala DP3A Kabupaten Malang.

Karenanya, banyak pihak meyakini bahwa proses pengangkatan Harry menjadi kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) karena yang bersangkutan merupakan saudara Sanusi sehingga menjadi sosok spesial Sang Bupati.

Sebab, awal pindah dari Kabupaten Raja Ampat sekitar bulan Agustus 2019 lalu, Harry ketika itu hanya menjadi staf di Badan Kepegawaian Daerah (BKD), sekarang berganti nama menjadi BKPSDM (Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia) Kabupaten Malang. Tiga bulan berikutnya langsung pindah ke Disnaker (Dinas Tenaga Kerja) Kabupaten Malang.

Baca Juga : Cara-Cara 'Aneh' Bupati Malang Lakukan Mutasi

 

Meski baru tiga bulan di Pemkab Malang, Harry sudah menjadi Kabid (Kepala Bidang) pada salah satu bidang di Disnaker Kabupaten Malang.

Dalam masa baktinya yang hanya 2 bulan, Harry sudah pernah merasakan menjadi Sekretaris Disnaker Kabupaten Malang sebelum akhirnya menjabat Kepala DP3A pada 7 Januari 2020.

Ketika dikonfirmasi, Bupati Malang Sanusi menegaskan tidak mempermasalahkan jika kebijakannya mengangkat Harry memunculkan dugaan dongkrak jabatan terhadap orang yang diakuinya merupakan kenalan baiknya tersebut.

”Ya enggak masalah tho itu kan yang menentukan Baperjakat (Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan),” jelas Sanusi.

Menurutnya, Harry yang baru 5 bulan berdinas di Pemerintahan Kabupaten Malang tersebut, sudah memenuhi persyaratan kepangkatan dan alur yang ditentukan sebelum akhirnya menjabat sebagai Kepala DP3A.

”Memang kepangkatannya dan alurnya sudah benar, kan dia (Kepala DP3A) sudah sejak lama di (Kabupaten) Raja ampat. Dulu itu (menjabat di Raja Ampat sebagai) Sekretaris Dinas (Disnakertrans). Kemudian juga pernah (menjabat sebagai) camat juga. Asal sudah memenuhi syarat tidak ada persoalan, itu (kebijakan) Pansel (Panitia Seleksi) kan,” ujarnya.

Dugaan dongkrak jabatan ini, juga sempat menggundang kritikan dari Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Malang. Seperti apa tanggapan dewan, simak terus ulasannya hanya di MalangTIMES.com.