Bupati Malang HM. Sanusi saat bertakziyah ke rumah duka yang bertempat di Pondok Pesantren Salafiyah Al-Fattah, Singosari, Kabupaten Malang, Senin (29/6/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)
Bupati Malang HM. Sanusi saat bertakziyah ke rumah duka yang bertempat di Pondok Pesantren Salafiyah Al-Fattah, Singosari, Kabupaten Malang, Senin (29/6/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)

MALANGTIMES - Sosok KH Achmad Farihin Muhsan, pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Al-Fattah, Singosari, Kabupaten Malang, tampaknya sangat memberikan kenangan baik bagi beberapa tokoh publik di  Kabupaten Malang. 

Setidaknya mulai Bupati Malang HM. Sanusi, Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Malang Wahyu Hidayat, hingga Ketua DPC (Dewan Pimpinan Cabang) Partai Demokrat Kabupaten Malang Ghufron Marzuqi  hadir bertakziyah ke pondok pesantren almarhum. 

Sanusi sendiri mengaku memiliki kesan yang begitu indah dan sangat berkesan dengan sosok almarhum. Dia menilai KH Farihin merupakan sosok ulama yang dapat dijadikan panutan. 

"Gus Farihin ini sejak saya awal kenal itu orangnya ikhlas. Hidupnya hanya untuk mengajarkan kitab kuning dan selalu memberikan tausiyah kepada siapa pun. Orangnya sabar, selalu tekun dalam membaca kitab kuning," kenang Sanusi, Senin (29/6/2020). 

Selain itu, Sanusi sebagai perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Malang mengucapkan turut berduka cita atas kepergian sosok ulama yang sungguh-sungguh dalam memikirkan umat dan selaku berbakti, berbuat dan mengabdi untuk kepentingan umat tersebut. "Mudah-mudahan putra-putrinya diberikan kesabaran dan ketabahan sehingga putra-putranya dapat melanjutkan perjuangan Gus Farihin," tandasnya. 



Selain Sanusi, terdapat juga Pj Sekda Kabupaten Malang Wahyu Hidayat. Wahyu mengaku merasa kehilangan sosok sesepuh Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Malang itu. Dia mengatakan KH Farihin telah berperan penting atas besarnya NU di Kabupaten Malang ataupun di ranah nasional. 

"Bagaimanapun juga Kiai Farihin adalah sesepuh NU di Kabupaten Malang. Jadi, kalangan Nahdliyin tentunya merasa kehilangan karena banyak langkah yang sudah diperbuat oleh Kiai Farihin ini mewarnai NU, terutama di Kabupaten Malang," ujarnya. 

Wahyu menambahkan, masyarakat Nahdliyin pasti sangat merasa kehilangan sosok KH Achmad Farihin Muhsan karena jasa-jasa dan perjuangannya dalam menegakkan syariat Islam. "NU itu kehilangan tokoh besar yang membuat NU di Malang itu besar," imbuhnya. 

Sementara,  Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Malang, Ghufron Marzuqi mempunyai kenangan bersama KH Farihin  saat berada bersama-sama di dalam satu organisasi, yakni di PCNU (Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama) Kabupaten Malang.

"Saya adalah bendaharanya beliau pada saat beliaunya menjadi rais syuriah PCNU Kabupaten Malang dan kami sangat dekat betul," kenangnya. 

Ghufron sudah menganggap sosok almarhum sebagai ayah, orang tua, guru, dan sahabat.  "Gus Farihin ini secara pribadi bagi saya sudah menjadi ayah, sahabat, apa sajalah. Secara ketokohan, secara religius, beliau sangat saya tokohkan. Saya sangat tawaddu' sama beliau. Makanya saya mendengar kabar ini, saya sangat kehilangan tokoh yang sangat lurus, tidak bisa belak belok secara hukum. Beliau sangat ikhlas," ungkapnya.