Kronologi Serangan pada Abu Jahal, Kepalanya Ditombak Pemburu Singa Usai Hina Rasulullah

Jun 18, 2020 07:29
Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

MALANGTIMES - Dalam berbagai riwayat disebutkan, masa perjuangan awal Rasulullah SAW mengenalkan Islam sungguh sangat berat luar biasa.

Setiap perjalanan dakwah Rasulullah SAW seolah melalui jalanan yang begitu terjal. 

Baca Juga : Teman Bermain Rasulullah SAW sejak Kecil Sempat Enggan Memeluk Islam

Mulai dari hinaan, caci maki, hingga yang paling parah adalah penyerangan secara fisik kepada Rasulullah SAW.

Dr. Khalid Zeed Abdullah Basalamah, Lc., M.A. atau lebih dikenal sebagai Ustadz Khalid Basalamah dalam sebuah kesempatan menyampaikan, Rasulullah SAW bahkan pernah mengalami hal tak menyenangkan.

Di antaranya adalah ketika ada orang yang menuangkan kotoran unta kepada leher Rasulullah SAW saat beliau tengah bersujud.

Bahkan, dalam riwayat lain disebutkan jika leher Rasulullah SAW pernah diinjak saat sedang bersujud hingga membuat beliau sulit bernapas.

Namun Rasulullah SAW tetap sabar dengan semua perilaku yang diberikan kepadanya tersebut. Karena, saat itu belum ada perintah untuk melawan dari Allah SWT.

Hingga suatu ketika, Abu Jahal memberikan cacian dan makian yang sangat luar biasa kepada Rasulullah SAW.

Hal itu terjadi saat Abu Jahal saat melihat Rasulullah SAW tawaf. 

Abu Jahal pun mengatakan sebuah kata-kata yang sangat menyakitkan dan tak pantas.

Sangking keterlaluannya, kalimat cacian itu tak pernah tertuliskan dalam setiap riwayat yang diturunkan.

Dalam catatan sejarah disebutkan, Abu Jahal telah mencaci dan menghina Rasulullah SAW sangat luar biasa, dan saat itu tak ada satupun yang membela Rasulullah SAW.

Hingga pada akhirnya ada seorang budak wanita dari Abdullah bin Judan yang datang dan berteriak.

"Hai Quraisy, tidakkah kalian mempunyai sopan santun? Kenapa dicaci maki?" kata budak wanita tersebut.

Tak ada satupun yang memperdulikan perkataan budak wanita tersebut. 

Sang budak pun terus berlari sampai pada akhirnya dia bertemu dengan Hamzah yang baru pulang berburu dan membawa singa di pundak kirinya.

Lalu budak itu berkata, "Wahai Hamzah, tidakkah engkau mengetahui apa yang dilakukan Abu Hakam (Abu Jahal) kepada keponakanmu Muhammad?" tanyanya.

Hamzah bertanya, “Apa yang dia lakukan?”

Baca Juga : Suka Berbagi dan Enggan Berselisih, Rasulullah SAW Sebut Orang Ini Sebaik-baiknya Lelaki

Sang budak wanita kembali menjawab, “Dia telah mencaci dan memakinya.”

Hamzah bertanya lagi, “ Apa tak ada yang membelanya?”

Sang budak wanita pun menjawab jika tak ada satupun orang yang membela Rasulullah SAW.

Tak berpikir panjang, dengan membawa singa hasil buruannya serta sebuah tombak, Hamzah mendatangi Abu Jahal di dekat Kakbah.

Singa ditaruh dan kepala Abu Jahal dihantam menggunakan tombaknya, maka terluka dan berdarah kepala Abu Jahal yang saat itu sangat dituakan dan diagungkan oleh penduduk Quraisy.

Orang-orang di sekitar Abu Jahal pun bergerak untuk membela, dan Hamzah mempersilahkan itu sembari berkata jika ia berani mati.

Lalu dia berkata, "Hai Abu Jahal, berani sekali engkau caci maki keponakanku. Sementara aku dalam agamanya."

Padahal saat itu Hamzah belum masuk Islam, dan Hamzah sendiri dikisahkan bingung dengan tindakannya tersebut.

Lalu Abu Jahal berkata, “Biarkan dia, memang aku bersalah terlalu berlebihan telah menghina keponakannya.”

Setelah peristiwa itu, Hamzah pulang dan merenungkan kembali kalimatnya tersebut. 

Dia merasa kebingungan dan malam itu dia berdoa, "Ya Allah, kalau memang agama keponakanku benar, maka tanamkanlah dalam hatiku. Dan apabila tidak benar, maka hilangkanlah,".

Kemudian saat dia bangun di pagi hari, dia merasa dekat dengan ajaran Islam, maka kemudian Hamzah mengucapkan kalimat syahadat di hadapan Rasulullah SAW saat itu juga.

Topik
Berita AgamaKisah Sahabat RasulullahSerangan pada Abu JahalKepalanya Ditombak Pemburu SingaAbu Jahal Hina RasullullahCerita Ustadz Khalid Basalamah

Berita Lainnya

Berita

Terbaru