Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Satgas Covid Pantau Ketat Isolasi Mandiri Klaster Keluarga yang Meningkat Drastis

Penulis : Arifina Cahyati Firdausi - Editor : A Yahya

18 - Jun - 2020, 03:42

Placeholder
Juru Bicara Gugus Satgas Covid-19, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif. (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Kasus pasien positif Covid-19 di Kota Malang meningkat drastis. Bahkan dalam sehari kemarin (Selasa, 16/6/2020) jumlah penambahan pasien positif baru mencapai 14 orang.

Bahkan saat ini Kasus positif Covid-19 di Kota Malang juga terus mengalami lonjakan dengan total angka mencapai 111 kasus per hari Rabu (17/6/2020).

Dari total tersebut, perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Malang saat ini tertuju dari lonjakan penyebaran klaster keluarga. Jumlahnya sekitar 40 an pasien.

"Klaster keluarga saat ini jumlahnya sekitar 40 an," ujar Juru Bicara Gugus Satgas Covid-19, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif.

Ia menyebut, banyak faktor yang menjadikan penularan Covid-19 antar anggota keluarga meningkat. Di antaranya, kepadatan jumlah anggota keluarga di satu rumah, mobilitas akses pasien, hingga kedisiplinan dari warga konform positif dalam menjalankan isolasi mandiri.

"Karena klaster keluarga itu isolasi mandirinya tidak disiplin. Kemudiam dari pemantauan tidak teratur. Sehingga yang konfirmasi positif ini masih keluar rumah, masih berinteraksi. Ini nanti yang kemudian kalau dia isolasi mandiri, maka bagaimana kondisi rumahnya, berapa anggota keluarganya itu harus harus sesuai rasio," imbuhnya.

Salah satu wilayah yang terjangkit dari klaster keluarga dan cukup banyak yakni di kawasan Kelurahan Mergosono, Kecamatan Kedungkandang sebanyak 9 pasien.

Husnul menyebut, sebagian besar dari pasien konform positif Covid-19 dari klaster keluarga masih menjalankan isolasi mandiri.

Karenanya, proses pengawasan di tingkat gugus satgas kelurahan diminta untuk lebih ditingkatkan lagi dibanding saat sebelum ada persebaran kasus.

"Ada sebagian yang karantina mandiri. Pengawasannya dari RT, RW dan dari yang bersangkutan. Tapi, kita masih melihat bagaimana progress-nya. Kalau mandiri itu dari tingkat ketertiban dan kedisiplinan itu kita tidak bisa menjamin," jelasnya.

Apalagi, jika mobilitas seorang pasien sebelumnya adalah memiliki pekerjaan yang mengharuskan selalu keluar rumah. Pihaknya akan terus melakukan pemantauan sejauh mana pasien yang menjalankan isolasi mandiri tersebut mampu disiplin. 

"Sehingga nanti juga ada peran daripada kampung tangguh. Tadi pak wali (Wali Kota Malang Sutiaji) sudah berkunjung ke Mergosono, merapatkan juga petugas kesehatan dari Puskesmas dan RT, RW. Kesepakatan itu nanti akan kita lihat, dipatuhi atau tidak. Kalau tidak, harus mau diisolasi di tempat yang disediakan Pemkot Malang," tandasnya.


Topik

Peristiwa



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Arifina Cahyati Firdausi

Editor

A Yahya