Sempurnakan Treatment Herbal, Puskesmas di Kota Malang Kembali Dilibatkan

Jun 17, 2020 17:52
Wali Kota Malang Sutiaji (kiri) didampingi Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko (kanan) saat memimpin rapat terbatas. (Humas Pemkot Malang).
Wali Kota Malang Sutiaji (kiri) didampingi Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko (kanan) saat memimpin rapat terbatas. (Humas Pemkot Malang).

MALANGTIMES - Sempurnakan rencana treatment herbal dalam menangani persebaran covid-19, puskesmas di Kota Malang kembali dilibatkan. Seluruh puskesmas di Kota Pendidikan ini pun dikumpulkan dalam rapat terbatas yang digelar di Balai Kota Malang, Rabu (17/6/2020).

Kabag Humas Pemerintah Kota Malang Nur Widianto menyampaikan, pertemuan terbatas tersebut untuk menyinkronkan rencana pembentukan tim khusus dalam pelaksanaan tracking hingga treatment dalam memutus rantai covid-19. "Karena bagaimana pun  yang paham data di lapangan adalah puskesmas juga camat masing-masing wilayah," katanya.

Baca Juga : Obat Alergi Dexamethasone Ampuh Sembuhkan Covid-19, Ini Kata WHO!

Pria yang akrab disapa Wiwid itu menyampaikan, hasil pertemuan tersebut kemudian akan dijadikan sebagai pedoman bagi tim yang akan dibentuk. Sehingga, langkah tracking dan treatment tersebut dapat memaksimalkan langkah memutus rantai persebaran covid-19.

Dia menjelaskan, seluruh tim yang ditunjuk ditargetkan bisa segera bergerak. Dalam waktu dekat, langkah awal yang dilakukan adalah menyusun SOP terkait tugas apa saja yang akan dibebankan.

"Termasuk akan ditetapkan namanya dan lain sebagainya. Setelah itu akan jalan sesuai SOP yang ada," tambah Wiwid.

Lebih jauh Wiwid menyampaikan, tracking dan treatment bagi pasien yang memiliki gejala yang mengarah pada covid-19 menjadi yang paling utama. Setiap pasien akan di-treatment untuk mengonsumsi obat herbal yang belum lama ini telah dipresentasikan di hadapan wali kota Malang.

Obat herbal tersebut juga telah diuji untuk beberapa kasus. Hasilnya pun terus dikaji dengan melibatkan tim ahli kesehatan Pemkot Malang. Sementara ini, pemanfaatan obat herbal tersebut terbukti memberi efek positif bagi pasien yang mengarah pada kasus covid-19.

Baca Juga : 4 Hari Tidak Ada Penambahan Konfirm, PDP Tambah 2 Orang di Kota Batu

"Jadi, ada beberapa kasus yang awalnya rapid test reaktif. Saat di-treatment dengan obat herbal tersebut, kemudian dites ulang dan menjadi non-reaktif, maka gerakan ini yang ditekankan," imbuh dia lagi.

Pasien dalam pengawasan (PDP) juga menjadi perhatian dalam hal ini. Sehingga, saat ini beberapa PDP juga mulai mendapat treatment khusus untuk dapat mengonsumsi obat herbal tersebut. Harapannya, PDP tak naik status menjadi pasien positif. "Termasuk prolanis juga sangat menjadi perhatian," pungkasnya.

 

Topik
Treatment HerbalPuskesmas di Kota MalangWali Kota Malang SutiajiHumas Pemerintah Kota MalangNur Widiantoberita malang hari ini

Berita Lainnya

Berita

Terbaru