Ilustrasi biaya pendidikan. (Foto: futuready.com)
Ilustrasi biaya pendidikan. (Foto: futuready.com)

MALANGTIMES - Tuntutan mahasiswa dalam tagar UIN Malang Sadar (#UINMalangSadar) selain soal mahasiswa di ma'had adalah penurunan uang kuliah tunggal (UKT). 

Sebelum tagar ini trending, pimpinan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) sendiri sudah mengupayakan penurunan UKT ke Kementerian Agama. 

Baca Juga : UIN Malang Gandeng MalangTIMES untuk Dakwah Sampaikan Risalah Agama

Hal ini disampaikan Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg ke media ini.

"Yang jelas tidak ada kenaikan (UKT) dan ini sedang diupayakan ke Kementerian Agama agar ada penurunan grade dan pengurangan sekaligus," ucapnya saat ditemui di Batavia Resto belum lama ini.

Besarnya UKT mahasiswa sendiri selama ini mengacu pada beban dan kondisi ekonomi orang tua/wali mahasiswa. Jadi terdapat grade-grade-nya dari level 1 sampai level 7.

"Penurunan grade itu misalnya, grade 6 turun ke 5. Kalau pengurangan itu gradenya sama tapi jumlahnya dikurangi," terang Prof Haris.

Namun demikian, dikatakan Prof Haris bahwa pihaknya masih menunggu Keputusan Menteri Agama (KMA).

"Kita menunggu KMA," pungkasnya.

Sebagai tambahan, SPP S2 atau S3 UIN Malang dikatakan adalah yang terendah se-Indonesia.

"Hanya Rp7,5 juta dibanding dengan yang lain itu Rp 13 juta. Itu kan sangat murah, separonya," tandas pria kelahiran Lamongan tersebut.

Baca Juga : Hari Pertama PPDB, SMKN 4 Layani 4 Ribu Masyarakat melalui WhatsApp Bot

Dilansir dari CNN Indonesia, Kementerian Agama memang tengah mengkaji sejumlah opsi untuk mengurangi beban mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Kementerian Agama Arskal Salim menyatakan beberapa opsi itu antara lain perpanjangan waktu pembayaran UKT, pengangsuran UKT (khusus PTKIN berstatus Badan Layanan Umum), hingga pengurangan UKT.

"Regulasinya masih dibahas. Mekanisme terhadap keringanan UKT nantinya akan ditentukan oleh Pimpinan PTKIN masing-masing," kata Arskal dalam keterangan resminya yang diterima Senin (8/6).

Sementara itu, Kementerian Agama sendiri sudah memastikan tidak ada kenaikan UKT bagi mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di masa pandemi Covid-19.