Suasana Wisata Air Wendit yang saat ini masih dalam kondisi tutup dan dalam tahap persiapan kelengkapan SOP pada fase New Normal Life, Rabu (10/6/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)
Suasana Wisata Air Wendit yang saat ini masih dalam kondisi tutup dan dalam tahap persiapan kelengkapan SOP pada fase New Normal Life, Rabu (10/6/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)

MALANGTIMES - Sejak ditutupnya tempat Wisata Air Wendit pada Maret 2020 lalu karena dampak dari Covid-19, pihak pengelola yakni Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang terus melakukan berbagai kegiatan dan persiapan menyambut New Normal Life.

Hal ini dalam mempersiapkan pula pembukaan salah satu destinasi lokasi di Kabupaten Malang ini. Di mana untuk wisata Air Wendit direncanakan akan dibuka Juli 2020 mendatang.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara yang menyampaikan, bahwa sebelum Wendit dibuka, pihaknya sedang melengkapi berbagai SOP.

"Wisata Air Wendit untuk saat ini masih ditutup dan sedang terus mempersiapkan menyambut fase New Normal Life. Kita masih terus menjalin koordinasi dan persiapan dengan petugas pengelola. Terutama persiapan yang sesuai standar kesehatan," tuturnya saat dikonfirmasi pewarta. 

Persiapan dilakukan, karena seluruh tempat wisata yang ada di Kabupaten Malang harus memenuhi SOP (Standard Operational Procedure) kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Sehingga jika persiapan telah selesai, khusus Wisata Air Wendit, Made mengatakan bahwa rencana akan dibuka kembali beberapa bulan kedepan.

"Akan dibuka rencana Bulan Juli," ujarnya. 

Saat berada di lokasi Wisata Air Wendit pewarta bertemu dengan Kepala UPT Wisata Air Wendit, Dyah Retnowati bahwa ia menegaskan dan mengonfirmasi terkait pembukaan Wisata Air Wendit kapan saja akan siap dibuka, tinggal menunggu kelengkapan SOP standar kesehatan.

"Kita sudah siap kapan pun mau dibuka, karena memang banyak orang menginginkan Wendit dibuka. Tetapi kita tetap sesuai peraturan, kita menunggu instruksi dari pimpinan. Kita juga harus siap di dalam ini terutama SOP standar kesehatan, itu yang belum kita punya sampai saat ini," jelasnya kepada MalangTimes, Rabu (10/6/2020). 

Dyah menyebutkan bahwa dirinya perlu berkoordinasi lagi dengan Disparbud Kabupaten Malang dalam hal ini Bidang Destinasi Wisata untuk sesegera mungkin melengkapi SOP standar kesehatan untuk disiapkan di Wisata Air Wendit.



"Kita masih menunggu, karena anggaran terbatas. Jadi kita juga koordinasi sama Dinas Pariwisata Bidang Destinasi Wisata nanti Wendit bagaimana. Kalau dibuka, saya siap dibuka, tapi untuk standar kesehatan disini harus dipenuhi dahulu," sebutnya. 

Selama kondisi ditutupnya Wisata Air Wendit, para karyawan terus masuk kerja sesuai dengan tupoksinya masing-masing dengan memerhatikan protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

"Kita tetep tiap hari masuk rutin. Kita juga punya agenda setiap bulan, kerja bakti dua kali untuk temen-temen. Setiap pagi mereka juga menyapu, pakan monyet dua kali sehari tidak sampai kelaparan, karena kita dikasih anggaran untuk itu," jelas Dyah. 

Sementara itu, terkait pendapatan yang biasa diperoleh saat beroperasinya Wisata Air Wendit, Dyah mengungkapkan bahwa setidaknya jika pada hari-hari biasa yang tidak ramai pengunjung, pendapatan per bulan mencapai puluhan juta.

"Kita per bulan kalau hari-hari biasa nggak ramai kita bisa 50 sampai 75 juta. Karena untuk tahun 2019 ini kunjungan memang sangat menurun. Terus untuk hari-hari misalkan ada event atau lebaran, bisa sampai 200-300 juta," ungkapnya. 

Harapannya dengan adanya fase New Normal Life, saat Wisata Air Wendit dibuka nantinya akan ada peningkatan dalam segi pendapatan. Meskipun dalam aturan masih memberlakukan batas maksimal pengunjung sebanyak 50 persen dari kapasitas biasanya. 

Terkait aturan pemberlakukan jaga jarak kepada para wisatawan yang datang dari dalam dan luar kota, Dyah mengatakan masih lumayan sulit diberlakukan saat Wisata Air Wendit dibuka. Tetapi akan terus dicarikan formulasi dan solusi terkait hal tersebut.

"Karena disini biasanya rombongan yang datang. Misalkan mereka harus jaga jarak belum bisa sepertinya. Tapi yang pasti kita akan selalu menginfokan ke semua pengunjung bahwa yang datang harus pakai masker, cuci tangan, itu pasti," pungkasnya.