Gambar awal kebahagiaan berujung kematian
Gambar awal kebahagiaan berujung kematian

MALANGTIMES - Dalam kurun waktu satu hari, wilayah Ngawi digemparkan dengan kasus penemuan dua mayat. Satu, kasus tentang dugaan pembunuhan wanita di kandang lembu tertutup jerami di Dusun Gadung. Serta penemuan mayat laki- laki di Taman Selfi Waduk Pondok. 

Dua mayat terpisah yang ditemukan di wilayah Ngawi itu, ternyata memiliki kaitan satu dengan lainnya.

Baca Juga : Suami Widi "AB Three" Mulia Ditangkap karena Narkoba, Ini Barang Bukti yang Disita

Hal ini tercetus setelah adanya penelusuran mayat laki- laki yang berada di Taman Selfi Waduk Pondok yang diidentifikasi bernama Kadianto (47).

Diketahui, Kadianto adalah pemilik rumah dari kasus penemuan mayat wanita di kandang lembu, tertutup jerami di Dusun Gadung.

Informasi itu disampaikan oleh saudara korban, Jayem, yang mengatakan, mayat perempuan di kandang lembu bernama Yatmini. Statusnya adalah istri siri dari Kadianto.

Jayem menceritakan, Yatmini kesehariannya bekerja di warung kopi. Dimana, Kadianto kerap berinteraksi di sana. Dari pertemuan demi pertemuan itu pula Kadianto akhirnya jatuh hati padanya. Pucuk di cinta ulam pun tiba. Yatmini pun merespon perasaan Kadianto yang masih memiliki istri sah, tapi mengalami gangguan kejiwaan.

Hingga suatu ketika, Yatmini menginap di rumah Kadianto. Naas, warga melakukan penggerebekan atas dua sejoli yang sedang dibakar asmara itu.  Sehingga Kadianto harus menikah siri dengan Yatmini. 

Pernikahan siri antara Kadianto dan Yatmini pun berlangsung. Hingga petaka mulai terjadi, saat Kadianto memintanya untuk menikah secara sah. Tapi, lanjut Jayem, Yatmini tidak mau dan selalu bilang belum siap. Hal ini pula yang kerap membuat hubungan mereka sering cek-cok.

Baca Juga : Bank di Malang Kena Tipu Nasabah, Tanah yang Dijaminkan Ternyata Sudah Dijual

Hubungan mereka semakin memanas saat penolakan Yatmini juga didasarkan dirinya memiliki hubungan dengan lelaki lainnya. Kadianto kalap dan akhirnya membunuh Yatmini.

Kronologis pembunuhan Yatmini disampaikan oleh Parmianto Kepala Desa setempat. Dirinya menyampaikan, Kadianto mengajak Yatmini ke belakang rumah, lantas membekap mulutnya. Tak hanya itu, Kadianto membanting korban ke tanah dan mengambil balok yang dipukulkan ke korban. Setelah melihat korban tidak bernyawa, Kadianto panik akhirnya menutupinya dengan jerami dan ban mobil bekas.

Selanjutnya, Kadianto pergi ke Waduk Pondok. Di mana dirinya selama 2 hari tidak pulang ke rumahnya. Ketakutan dan panik atas perbuatannya sendiri, Kadianto pun gelap mata. Dirinya memilih untuk mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.