CEO Kapiten Coffee Beer, Aji Pramono (screenshot Jurnal Sales)
CEO Kapiten Coffee Beer, Aji Pramono (screenshot Jurnal Sales)

MALANGTIMES - Kreativitas adalah kunci bagi para pengusaha untuk bisa bertahan hidup di tengah pandemi Covid-19. Pun dengan berbagai kebijakan susulan dari pemerintah saat ini, seperti penerapan New Normal. 

Tanpa kreativitas dan tentunya keyakinan bisa bertahan hidup di tengah kelesuan ekonomi di berbagai sektor. Maka, berbagai usaha dipastikan akan jatuh dan hancur.

Baca Juga : BI Malang Dorong UMKM Kembangkan Bisnis Lewat Platform Digital

Hal ini dipahami betul oleh CEO Kapiten Coffee Beer, Aji Pramono, yang juga merasakan betapa beratnya perekonomian di tengah pandemi Covid-19. 

"Di masa pandemi yang kurang lebih 2 sampai 3 bulan ini, semua bisnis bisa dikatakan mati. Yang bisa bertahan (pengusaha) cuma dua, yaitu yang kreatif dan orang yang punya uang," ungkap Aji Pramono dalam Jurnal Sales yang diunggah oleh Instagram @rosatoyota.

Menurut Aji, saat ini orang yang memiliki uang bisa bersantai untuk jangka waktu 3 bulan ke depan. Bahkan Aji juga menyebut sejumlah uang Rp 2 hingga Rp 3 miliar masih sangat bisa untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Lalu bagaimana dengan orang yang tidak punya uang? Aji pun mengatakan bahwa setiap pengusaha harus bisa memikirkan bagaimana produknya bisa tetap terjual meski dirinya mengalami kesulitan.

"Tapi kalau tidak punya uang, kita harus berfikir secara benar. Kalau di Kapiten ini stok menumpuk dan semua tenan di Indonesia tutup, yang saya lakukan saya semakin kreatif," ujarnya.

Penawaran produk pun dilakukan langsung ke user. Tentunya dengan berbagai promo secara kreatif, seperti memberikan produk yang dibutuhkan di tengah pandemi Covid-19 secara gratis.

Baca Juga : Pandemi Covid-19, Tiga Sektor Ekonomi di Kota Malang ini Paling Terdampak

"Artinya 2 sampai 3 bulan jalan, kita tidak ngejar untung. Kita ngejar bagaimana caranya produsen bisa bertahan," katanya.

Saat ini di usia yang relatif masih muda, Aji Pramono sudah bisa meraup keuntungan ratusan juta meski kesulitan di masa pandemi Covid-19.

"Prinsipnya cuma dua kalau mau jalan, punya niat dan tidak mengeluh. Aku harus ke sana jadi segera jalan. Karena kalau tidak action ke duluan sama pesaing lainnya," pesan Aji mengakhiri.