Logo Arema FC (istimewa)
Logo Arema FC (istimewa)

MALANGTIMES - Di tengah kabar gembira kompetisi Liga 1 2020 yang rencananya akan digelar pada September mendatang, ternyata ada dua pemain dan satu staf pelatih reaktif saat melakukan rapid test.

Beredar kabar bahwa dua pemain dan satu staf pelatih Arema FC reaktif sesaat setelah melakukan rapid test. Namun manajemen Singo Edan hingga kini belum mengeluarkan infomasi lebih lanjut terkait kabar dari skuatnya tersebut.

Baca Juga : Messi Punya Karir Cemerlang karena Barca Berani Depak Ronaldinho di Usia Emas

Ditanya kebenaran informasi tersebut, Media Officer Arema FC Sudarmaji mengatakan bahwa pihaknya justru belum mengetahui kabar tersebut. "Siapa ya," katanya singkat.

Justru Sudarmaji memberikan penjelasan bahwa rapid test sendiri bukanlah alat pendeteksi Covid-19 yang valid. Karena test tersebut berjalan dengan waktu yang cukup cepat, sehingga keakuratan hasilnya membutuhkan test yang lebih lengkap.

"Rapid test itu kan untuk mengukur tingkat imun seseorang, sekarang rapid test sudah menjadi kebutuhan masyarakat yang ingin mendapatkan info terkait daya imun atau kesehatan setiap orang," ungkap Sudarmaji. 

"Rapid test untuk mngetahui potensi seseorang terhadap penyakit," imbuhnya.

Dalam kacamata kesehatan, rapid test adalah metode screening awal untuk mendeteksi antibodi, yaitu IgM dan IgG, yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan Covid-19. Antibodi ini akan dibentuk oleh tubuh bila ada paparan Covid-19.

Dengan kata lain, bila antibodi ini terdeteksi di dalam tubuh seseorang, artinya tubuh orang tersebut pernah terpapar atau dimasuki oleh Covid-19. Namun perlu diketahui, pembentukan antibodi ini memerlukan waktu, bahkan bisa sampai beberapa minggu.

Baca Juga : Kerasnya Rivalitas Sepak Bola Amerika Latin Hingga Intrik Untuk Raih Kemenangan

Jadi, rapid test di sini hanyalah sebagai pemeriksaan sceening atau pemeriksaan penyaring, bukan pemeriksaan untuk mendiagnosa infeksi Covid-19.

Tes yang dapat memastikan apakah seseorang positif terinfeksi Covid-19 sejauh ini hanyalah pemeriksaan polimerase chain reaction (PCR). Pemeriksaan ini bisa mendeteksi langsung keberadaan virus tersebut, bukan melalui ada tidaknya antibodi terhadap virus ini.

Untuk diketahui, di kompetisi luar negeri khususnya di Eropa, sudah banyak sekali pesepakbola profesional yang terpapar Covid-19. Sementara di Indonesia sendiri tercatat baru satu yang sempat terpapar virus Covid-19 yakni striker Persib Bandung Wander Luiz.

Namun karena striker asal Brazil itu berhasil menjalankan karantina selama 14 hari berada di dalam rumah dan menjalani pemeriksaan dari dokter, akhirnya Wander Luiz terbebas dari Covid-19.