Beauty Vlogger Ini Vindy saat menunjukkan progress perawatan wajahnya akibat jerawat. (Foto: instagram @inivindy).
Beauty Vlogger Ini Vindy saat menunjukkan progress perawatan wajahnya akibat jerawat. (Foto: instagram @inivindy).

MALANGTIMES - Memiliki wajah yang putih mulus tanpa jerawat menjadi impian hampir semua orang. Tak jarang, cara instan pun ditempuh agar mendapatkan hasil yang memukau.

Banyak yang lantas tergoda menggunakan krim pemutih yang dijual bebas, baik di klinik kecantikan, market place, maupun secara langsung melalui agen. 

Baca Juga : 6 Tips Sederhana Ini Bikin Kulit Makin Sehat Saat Musim Hujan, Nggak Bakal Kering Lagi

Sayangnya, penggunaan krim pemutih tanpa ada rekomendasi medis bisa-bisa justru berbahaya. 

Pasalnya, tipe kulit setiap orang berbeda-beda dan membutuhkan treatment yang berbeda pula. 

Kisah "salah langkah" memakai krim pemutih ini pun dialami salah satu beauty vlogger Ini Vindy. 

Pemilik nama lengkap Harfrida Vindy Agustie ini sempat mengalami kondisi wajah memburuk karena penggunaan krim yang tidak sesuai dengan kebutuhan kulitnya. 

Menurut Vindy, selama ini kulitnya termasuk jenis kulit normal yang cenderung berminyak.

Namun setelah menggunakan produk pemutih, dia mengalami break out alias jerawatan parah.

Saat ini, beuty vlogger asal Malang Ini Vindy tengah berjuang mengembalikan kondisi kulitnya.

Dikenal dengan gaya medok khas Malangan saat membuat tutorial video make up, ia berbagi kisah tengah menjalani perawatan wajah.

Siapa sangka, wanita yang kesehariannya berkutat dengan make-up ini beberapa bulan belakangan ternyata sempat merasakan kondisi yang naik turun akibat wajahnya penuh dengan jerawat.

Hal itu, tak lain karena kecerobohannya memilih perawatan di salah satu klinik, dengan memakai krim GAJEBO (Gak Jelas Bo). Alhasil membuat wajahnya kering dan mengelupas.

Karena merasa tak puas, ia menghentikan pemakaian dan akhirnya membuat wajahnya penuh dengan jerawat hingga sempat di-bully netizen.

Pengalaman survive untuk memulihkan kembali wajahnya diceritakan melalui akun YouTube pribadinya Ini Vindy dalam video bertajuk "My Acne Story - Cerita Jerawatku Karena Krim Gajebo".

Vindy menceritakan, jerawatnya mulai parah sejak September 2019. 

Baca Juga : Sering Gunakan Skincare Palsu, Warganet Ceritakan Kisahnya Kena Kanker Stadium 2

Vindy mengaku tidak bisa berbagi cerita secara detail saat pertama kali mengalami jerawat parah tersebut kepada para pengikutnya, karena tidak tahan akan bully-an dari warganet yang membuat mentalnya down.



"Seperti yang kalian lihat di video-videoku kemarin, aku jerawatan. Yo gapopo (ya tidak apa-apa) sebenarnya, tapi ini adalah jerawat yang menurutku terparah yang pernah aku alami. Terus terang aku itu pinginnya itu nge-share waktu aku masih dalam proses. Tapi, ternyata mentalku nggak bisa. Aku ngelihat komentar-komentar pedas dan terus terang melukai hati. Jadi aku memutuskan untuk capcus dan menyimpan kegelisahanku sendiri dan aku pecahkan sendiri," ungkapnya.

Ia menceritakan awal mula memakai krim GAJEBO karena bujuk rayu temannnya untuk ikut perawatan di salah satu klinik terbesar di Jawa Timur.

Namun, ekspektasi jika di tempat tersebut ada seorang dokter yang bertanggung jawab untuk konsultasi rupanya tidak ada.

"Jadi aku pakai rangkaian skincare ya suatu klinik yang nggak bisa aku sebutkan. Tidak ada dokter/spkk di klinik tersebut hanya pakai krim malam dan krim pagi dan tonernya keras, bikin kelupas bau menyengat, bikin kulit kering dan perih. Walau glowing awalnya," imbuhnya.

Bahkan saat pemakaian produk ia merasakan kulitnya mengelupas seperti kulit ular. Meskipun efeknya tidak sampai satu minggu langsung terasa.

Wajahnya tampak lebih putih, tapi berbeda dengan warna kulit aslinya. Keganjilan lain yang dirasakannya, setiap terpapar matahari kulitnya menjadi sensitif dan muncul kemerahan di wajah, hingga terasa perih.

"Keluar sedikit, kepanasan, perih. Berenang perih. Pas ngebersihinnya (muka) perih, sering make up-an perih. Wes pokoe sitik-sitik perih.
Terus sering ngelupas, ngelontok, iritasi di bibir. Karena dia akan terus di exfoliasi. Jadi krim malamnya bikin exfoliasi, jadi malamnya tu gatal ngono, terus tangi-tangi mukak mbrudul," jelasnya.

Walaupun setelah pemakaian wajahnya terlihat glowing, tetapi akan terasa kering apabila tidak memakai krim pagi.

"Padahal kulitku ini adalah kulit istilahnya normal to oily, dan itu langsung diubah menjadi kulit yang kering. Nah, ketika berhenti yowes akhirnya akan jerawatan dan kusam," ucapnya.

Vindy mencoba untuk mengembalikan wajahnya agar tampak mulus tanpa jerawat. Ia mencoba berbagai merek perawatan, hingga akhirnya menyerah dan menemui dokter spesialis kulit dan kelamin (SPKK) di Kota Malang.

Karena dari berbagai produk yang dicoba, ada yang menyebabkan jerawat di wajahnya meradang. Alhasil dia diberikan obat dan harus memakai bedak khusus.

Hingga memasuki masa pandemi Covid-19, ia berinisiatif untuk berhenti dari dokter dan mengurangi dosis obat. Kemudian, memberanikan diri mencoba skincare yang bisa meng-cover kulit wajahnya.

"Karena Covid, males nggak boleh keluar, perlahan aku ubah dengan produk skincare. Pertimbangan, dari dokterku juga cuma kasih obat minum dan obat totol aja. Sistem pengobatan dia minimalis. Kulitku juga nggak jadi tipis dan perih, nggak putih lagi. Warna juga udah sawo matang, aku pikir udah membaik juga sih. Obat masih progres minum," terangnya.

Ia juga rutin mengonsumsi vitamin untuk bisa memberikan nutrisi pada kulitnya dari dalam. Kemudian, mengonsumsi cuka apel hingga menyemprotkan bio spray untuk mempercepat luka agar cepat mengering.

Tak lupa, ia rajin melakukan cuci muka menggunakan facial foal dari Senka Perfect Whip Acne Care. Pakai pelembab, serta memakai salep untuk jerawat.

Meskipun belum sepenuhnya kembali, namun perlahan jerawat di wajahnya sudah menyisakan bekas-bekas saja dan tinggal pemulihan.

"Jadi istilahnya dari dalam tak benerin. Dan dalam waktu 1 bulan progresnya lebih cepat ya," katanya.

Dalam video itu pun Vindy berbagi semangat agar perempuan yang tengah berjuang mengatasi jerawat parah tak cepat putus asa.

Termasuk, harus benar-benar memastikan produk skin care yang cocok, dan tidak asal berganti produk untuk menjaga kondisi wajah tetap sehat.