Bupati Malang, HM Sanusi saat memberikan tanggapan terkait bertambahnya pasien covid-19
Bupati Malang, HM Sanusi saat memberikan tanggapan terkait bertambahnya pasien covid-19

MALANGTIMES - Bupati Malang, HM Sanusi tak tinggal diam terkait penambahan jumlah pasien positif covid-19 di wilayahnya. Menurutnya, bertambahnya jumlah kasus covid-19 selama masa tansisi dari PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) menuju new normal life tersebut, lantaran adanya penularan dari dalam.

”Ada yang ketularan dari dalam, ada yang (tertular) karena pendatang dari zona merah,” terang Bupati Malang sembari mengatakan jika penularan terjadi karena adanya arus mudik lebaran beberapa waktu lalu.

Baca Juga : Bupati Malang Minta Dinkes Siapkan Rapid Test Untuk Santri Ponpes

Masih adanya penambahan pasien selama masa transisi new normal life tersebut, lanjut Sanusi, membuat dirinya memastikan jika pelayanan kesehatan khususnya bagi pasien positif covid-19 tetap berjalan.

Bahkan dirinya mengaku jika pelayanan kesehatan akan lebih dioptimalkan jika dibandingkan saat Kabupaten Malang menerapkan PSBB. ”Ya kita rawat, yang sakit itu (covid-19) kita rawat, kita sembuhkan. Upayanya hanya itu,” sambung Bupati Malang saat menanggapi adanya penambahan pasien selama masa transisi.

Seperti yang sudah diberitakan, jumlah kasus covid-19 di Kabupaten Malang mengalami peningkatan 8 kasus selama menerapkan masa transisi. Dari yang semula hanya 77 kasus di tanggal 31 Mei 2020. Memasuki transisi new normal life di hari ketiga, jumlah pasien covid-19 meningkat menjadi 85 kasus pada Rabu (3/6/2020) sore.

”Rumah sakit rujukan covid-19 yang sudah kita siapkan ada 5, yaitu RSUD Kanjuruhan, Prima Husada, RSU Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), RSI Gondanglegi, dan Wava Husada,” kata Sanusi.

Namun dari 5 rumah sakit rujukan tersebut, Sanusi lebih memilih agar pasien covid-19 bisa dirawat ke RSUD Kanjuruhan. Selain itu, dirinya juga telah menyediakan Rumah Sakit Darurat Covid-19 di Rusunawa ASN, yang berlokasi di area Blok Office, Kecamatan Kepanjen. ”Kita fokuskan yang di (Kecamatan) Kepanjen, yaitu RSUD Kanjuruhan dan Rusunawa,” kata Bupati Malang.

Ketika disingung perihal status Kecamatan Singosari yang telah menjadi satu-satunya klaster di Kabupaten Malang. Sanusi mengimbau kepada warganya agar senantiasa menerapkan protokol kesehatan.

Baca Juga : New Normal, Dinkes Kota Malang Maksimalkan Layanan Kesehatan secara Virtual

”Pakai masker, jadi masker ini filter penularan covid-19, itu saja. Sama jangan lupa jaga kebersihan, rajin cuci tangan, dan jaga jarak,” ucapnya.

Seperti yang sudah diberitakan, Kecamatan Singosari saat ini dinyatakan sebagai klaster penularan covid-19 di Kabupaten Malang. Sebab, dari klastee tersebut telah menularkan ke dua kecamatan lainnya. Yakni Kecamatan Lawang dan Karangploso.