Pangdam V/Brawijaya Jawa Timur Widodo Irsyansyah SSos MM saat menjadi narasumber di webinar UIN Malang. (Foto: Ima/MalangTIMES)
Pangdam V/Brawijaya Jawa Timur Widodo Irsyansyah SSos MM saat menjadi narasumber di webinar UIN Malang. (Foto: Ima/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Hingga saat ini, belum ada yang bisa memastikan kapan pandemi covid-19 akan berakhir. Sebagian besar para ahli sepakat bahwa pandemi akan berlangsung cukup lama. Padahal berbagai upaya uji coba vaksin pun sudah terus dilakukan oleh para ahli. Namun hingga saat ini masih belum mencapai hasil yang cukup memuaskan.

Pemerintah terus berupaya melakukan berbagai terobosan dengan menyiapkan skenario New Normal Life atau Pola Hidup Baru yang beradaptasi dengan pandemi covid-19. Pada periode pasca lebaran, narasi New Normal Life kian menggema hingga saat ini.

Baca Juga : Surabaya Jadi Zona Hitam Covid-19, Apa Maksudnya?

New Normal Life diberlakukan dengan kesadaran penuh bahwa wabah masih ada di sekitar kita. Presiden Jokowi pernah mengatakan, bahwa kedisiplinan menjalankan protokol kesehatan menjadi kunci penerapan New Normal Life.

Pemerintah lalu mengarahkan TNI dan Polri untuk mendisiplinkan masyarakat untuk menyongsong kehidupan baru atau normal di tengah pandemi ini.

Pangdam V/Brawijaya Jawa Timur Widodo Irsyansyah SSos MM menyampaikan, TNI dan Kepolisian RI akan melakukan operasi pendisiplinan protokol kesehatan di 1.800 titik yang berada di 4 provinsi dan 25 kabupaten kota di Indonesia. Beberapa di antaranya di wilayah Surabaya Raya dan Malang Raya.

Kodam V/Brawijaya beserta Polda Jawa Timur dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan melakukan kerja sama, termasuk berkoordinasi dengan gugus tugas percepatan penanganan covid-19 agar dapat melaksanakan penerapan pendisiplinan protokol kesehatan ini.

"Dalam penugasan nanti, TNI dan Polri bukan untuk menakut-nakuti. Namun keberadaan TNI Polri diterjunkan untuk membantu mengubah, membiasakan, serta melakukan pembinaan kepada masyarakat untuk optimalisasi gerakan disiplin nasional," tuturnya.

Pangdam V/Brawijaya menjadi salah satu narasumber dalam Webinar "Persiapan Mental Menuju New Normal Life" yang digelar Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Malang) melalui aplikasi Zoom, Rabu (3/6/2020). Turut hadir narasumber lain yakni Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dr H Muhammad Fadil Imran MSi, dan Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg.

Dalam New Normal Life, masyarakat akan diperbolehkan kembali beraktivitas dengan tetap mentaati aturan kesehatan yang berlaku. Dia lalu menyampaikan, Kodam V/Brawijaya, Polda Jawa Timur, dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan menggelar pos pengamanan di wilayah Surabaya Raya dan Malang Raya.

Baca Juga : Karantina Lokal Desa Giripurno Segera Berakhir, Diganti Pembatasan Sosial Berskala Lokal

Ada 3 kabupaten dan 3 kota madya nanti yang akan mendisiplinkan masyarakat terhadap pelaksanaan protokol kesehatan. Di antaranya yakni kota Surabaya, kota Malang, kota Batu, kabupaten Gresik, kabupaten Sidoarjo dan kabupaten Malang.

"Untuk pasukan yang akan digelar di 6 titik ini, kita akan menerjunkan sebanyak 2.702 personel," katanya.

Selain itu, lanjutnya, juga memberdayakan komando-komando kewilayahan yang ada di jajaran Kodim yang sudah tersebar di wilayah. Pihaknya juga akan memperkuatnya dengan satuan bantuan tempur di sekitar wilayah Surabaya dan Malang.

"Dalam pelaksanaannya, kami akan menekankan untuk sikap selalu humanis, persuasif dengan masyarakat," pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut Pangdam V/Brawijaya juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada panitia UIN Malang penyelenggara webinar tersebut.