Angkutan umum kereta api (foto dok MalangTIMES)
Angkutan umum kereta api (foto dok MalangTIMES)

MALANGTIMES - Transisi dari pembatasan sosial berskala besar (PSBB) menjadi New Normal membuat PT KAI Daop 8 Surabaya merumuskan protokol yang sesuai dengan panduan Kementerian BUMN. Protokol itu akan diberlakukan bagi sumber daya manusia di perseroan (human capital & culture) dan mengatur cara kerja (process & technology), serta menjangkau pihak eksternal antara lain penumpang KA dan stakholders lainnya.

Pedoman New Normal dalam lingkup PT KAI (Persero) ini diupayakan kepada pelanggan baik pada bisnis angkutan penumpang dan barang.  New Normal KAI ini juga sebagai bentuk adaptasi pelayanan perkeretaapian dengan mengurangi kontak fisik dan menerapkan protokol kesehatan.

Baca Juga : Larang Mudik, Perjalanan KA Jarak Jauh Daop 8 Surabaya Dibatalkan hingga Akhir Mei

"Pedoman ini dibuat untuk melindungi pegawai dan pelanggan kami dari kemungkinan terpapar Covid-19 pada masa New Normal," ujar Suprapto, Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya.

Suprapto menerangkan, pedoman New Normal tersebut mengacu pada Keputusan Menteri Kesehatan No HK.01.07/Menkes/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi.

Pedoman tersebut akan diaplikasikan ketika Kereta Api Jarak Jauh Reguler kembali beroperasi. Dimana di wilayah PT KAI Daop 8 Surabaya ada 41 perjalanan KA Jarak Jauh Reguler setiap harinya yang hingga pada saat ini masih mengalami pembatalan operasi perjalanannya.

Namun saat ini, KAI masih menunggu arahan dari Kementerian Perhubungan dan terus memperhatikan perkembangan penerapan PSBB di berbagai daerah.

Nantinya pada pedoman New Normal ini, pemesanan tiket hanya dapat dilakukan secara online yaitu Aplikasi KAI Access, Web KAI, dan mitra penjualan tiket resmi KAI lainnya. Sedangkan loket di stasiun hanya difungsikan untuk pembelian go show atau tiga jam sebelum jadwal keberangkatan.

Dan protokol kesehatan seperti memakai masker harus diperhatikan masyarakat saat memasuki area stasiun dan dipastikan ada pemeriksaan suhu tubuh dimana harus kurang dari 37,3 derajat Celcius.

Selain itu, saat ini proses boarding tetap berjalan seperti biasa yakni penumpang menunjukkan identitas kepada petugas. Setelah itu penumpang harus melakukan scan tiket secara mandiri.

"Langkah ini untuk meminimalisasi kontak fisik antara penumpang dan petugas," ujar Suprapto

Untuk memutus rantai penyebaran Covid-19, saat ini PT KAI sudah menyediakan face shield di mana diperuntukkan bagi penumpang yang menempuh jarak menengah atau jauh. Dan face shield itu wajib digunakan penumpang hingga keluar dari area stasiun kedatangan.

Sementara itu untuk jarak tempuh lebih dari lima jam, PT KAI juga akan memeriksa suhu tubuh penumpang setiap 3 jam sekali. Jika nantinya ada penumpang yang bersuhu badan diatas 37,3 derajat Celsius atau lebih dan mengalami gejala Covid-19, maka penumpang tersebut akan dipindah ke ruang isolasi yang ada di kereta.

Baca Juga : Mulai Besok, Akses Penerbangan ke Malang Ditutup

"Bila kondisi penumpang perlu penanganan segera, kami akan menghubungi dokter atau petugas kesehatan di stasiun terdekat yang memiliki fasilitas pos kesehatan," kata Suprapto.

Di sisi lain, PT KAI juga sangat memperhatikan kebersihan selama perjalanan dimana petugas kerata akan rutin membersihkan objek-objek yang sering terkena tangan selama 30 menit sekali.

Objek yang dimaksud adalah seperti pegangan pintu, pengunci pintu, keran air, tombol flush toilet, sandaran tangan, meja lipat, dan lainnya dibersihkan menggunakan pembersih yang mengandung disinfektan.

Untuk menjaga kontak dengan penumpang yang diprediksikan cukup banyak, Suprapto mengatakan dalam melayani pelanggan pada New Normal, petugas frontliner KAI dibekali dengan APD berupa masker, sarung tangan, dan face shield. Petugas tersebut antara lain petugas loket, customer service, petugas boarding, kondektur, Polsuska, pramugari kereta, dan petugas kebersihan di atas kereta.

"Petugas juga kami lengkapi APD agar memberikan rasa aman kepada para pelanggan yang dilayani oleh petugas kami," jelas Suprapto.

"Kami mengimbau kepada para penumpang untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan dengan menjaga jarak, melakukan cuci tangan, membawa hand sanitizer pribadi, menjaga kesehatan, melaksanakan Pola Hidup Bersih dan Sehat, serta tidak ragu melapor kepada petugas jika tiba-tiba merasa tidak sehat," imbuh Suprapto.

Suprapto menambahkan bahwa pihaknya saat ini akan terus mengupayakan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang nantinya akan menggunakan layanan PT KAI sebagai alat transportasi.

"KAI sebagai BUMN, memiliki peran yang signifikan dalam mobilitas masyarakat melalui layanan angkutan penumpang dan angkutan barang. Melalui pedoman ini, kami mempersiapkan seluruh aspek operasional bisnis perusahaan dalam menghadapi New Normal nantinya," tutup Suprapto.