Komandan Satgas New Normal Life Kabupaten Malang, Letkol Inf Ferry Muzawwad saat menyosialisasikan ketetapan protokol kesehatan selama new normal life
Komandan Satgas New Normal Life Kabupaten Malang, Letkol Inf Ferry Muzawwad saat menyosialisasikan ketetapan protokol kesehatan selama new normal life

MALANGTIMES - Komandan Satgas New Normal Life Kabupaten Malang, Letkol Inf Ferry Muzawwad, menegaskan jika posko check point di daerah perbatasan tetap beroprasi.

Dijelaskan Ferry, posko check point yang disiagakan selama transisi new normal life berbeda dengan saat diterapkannya PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar).

Baca Juga : Bupati Malang Minta Dinkes Siapkan Rapid Test Untuk Santri Ponpes

Jika selama PSBB posko check point berperan untuk menghalau masuknya orang dari luar Malang, dan sebaliknya orang Malang pergi ke luar daerah. Kini, saat memasuki new normal, peran posko check point tersebut sudah diubah. Yakni lebih ke arah pemantauan protokol kesehatan.

”Check point tetap (beroprasi). Jadi check point yang dilakukan di perbatasan adalah untuk melaksanakan prosedur kesehatan. Selama masa tansisi new normal life, tidak ada pemutarbalikan (kendaraan dari luar Malang),” kata Ferry.

Secara teknis, Ferry mengaku jika selama new normal pengguna jalan yang terjaring petugas pengamanan di posko check point, akan menjalani serangkaian pengecekan kesehatan. Salah satunya adalah pengecekan suhu badan dengan thermo gun.

”Apabila yang bersangkutan memenuhi syarat, ya langsung masuk (diperkenankan melanjutkan perjalanan). Tapi kalau seandainya di luar batas yang dianjurkan maka harus ditangani oleh gugus kesehatan,” terang Ferry.

Pihaknya menambahkan jika selain menyiagakan posko check point. Satgas New Normal Life juga bakal melakukan patroli di lokasi keramaian yang ada di Kabupaten Malang.

”Kita sudah menyiapkan personel untuk melaksanakan patroli secara bersama di titik-titik keramaian,” kata anggota TNI yang juga menjabat sebagai Komandan Kodim (Dandim) 0818/Kabupaten Malang-Kota Batu itu.

Sekedar diketahui, sedikitnya ada lebih dari 3 ribu personel gabungan yang terlibat dalam Satgas New Normal Life. Ribuan personel tersebut berasal dari satuan TNI, Polri, Dishub (Dinas Perhubungan), hingga Satpol PP.

Ribuan personel gabungan tersebut, bakal rutin melakukan razia penertiban protokol kesehatan di lokasi keramaian. Seperti misalnya di toko, restauran, hingga pasar tradisional.

Baca Juga : New Normal, Dinkes Kota Malang Maksimalkan Layanan Kesehatan secara Virtual

”Masyarakat sudah boleh melaksanakan aktivitas, yaitu jualan boleh, cari kebutuan ekonomi boleh. Tapi dengan catatan wajib menggunakan masker. Jadi itu yang harus diterapkan mau di pertokoan hingga restoran, semua harus menggunakan masker,” tegasnya.

Menurut Ferry, meski pembatasan jam malam sudah tidak terlalu ketat seperti saat penerapan PSBB. Namun pihaknya mengaku akan tetap rutin melakukan patroli, di lokasi keramaian tersebut.

Terbukti, hari ini (Rabu 3/6/2020) Satgas New Normal bersama jajaran Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) Kabupaten Malang, melakukan peninjauan di lokasi keramaian. Salah satu lokasi yang dijadikan sasaran peninjauan adalah di Pasar Singosari.

”Waktu pelaksanaan patroli penertiban tersebut, akan dilakukan mulai dari tempat keramaian buka sampai tutup,” ujar Ferry.