Menko PMK Muhadjir Effendy (bertopi batik ungu) saat meninjau penyaluran BST di Kota Malang, Rabu (3/5). (Ahmad Nur Amin/ MalangTIMES).
Menko PMK Muhadjir Effendy (bertopi batik ungu) saat meninjau penyaluran BST di Kota Malang, Rabu (3/5). (Ahmad Nur Amin/ MalangTIMES).

MALANGTIMES - Pemerintah pusat menambah alokasi pemberian Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial RI kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) hingga akhir Desember 2020.

Namun, seiring dengan penyaluran bantuan ke berbagai daerah di Indonesia jumlah total uang tunai yang saat ini diberikan sebesar Rp 600 ribu akan dikurangi hingga 50 persen menjadi Rp 300 ribu.

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy saat meninjau pemberian BST kepada warga Kota Malang, Rabu (3/5/2020).

Ia menyebut, pengurangan jumlah besaran nominal bantuan tersebut sebagai salah satu sikap menyongsong new normal atau kelaziman baru hidup di tengah pandemi Covid-19.

"Nanti insya Allah akan diperpanjang sampai Desember (berkaitan dengan BST). Tapi untuk bulan-bulan setelahnya nanti akan dikurangi jadi Rp 300 ribu. Ini untuk menyongsong new normal bantuannya akan dikurangi. Artinya wilayahnya ya, bantuan akan tetap diberikan," ujarnya.

Seperti diketahui, penyaluran BST mulai dibagikan sejak April 2020 lalu bertahap selama tiga bulan hingga Juni 2020 senilai Rp 600 ribu.

Pengurangan nominal jumlah BST tersebut akan berlaku di semua wilayah di Indonesia dan dilakukan juga secara bertahap hingga Desember 2020 mendatang.

"Berlaku untuk seluruh Indonesia (pengurangan 50 persen jumlah BST kepada warga terdampak Covid-19). Tiga bulan ke depan kan Rp 600 ribu (mulai April-Juni), dihitung sendirilah nanti (terkait dimulainya pengurangan nominal bantuan BST)," imbuhnya.

Artinya, untuk penerimaan BST dengan jumlah nominal Rp 300 ribu dimungkinkan dimulai pada Juli 2020 mendatang.

Sementara, berkaitan dengan total BST yang disalurkan di wilayah Indonesia sudah mencapai 90 persen. Sisanya, untuk 10 persen yang masih terkendala untuk penyaluran di wilayah remote area.

"Untuk seluruh Indonesia yang menerima bantuan tunai ini sudah 90 persen, memang yang 10 persen itu wilayah remote area dan sulit dijangkau, yang pengirimannya membutuhkan waktu lama. Dan kemarin bapak presiden (Presiden RI Jokowi) sudah menyetujui, untuk wilayah-wilayah yang lama itu tidak diberi hanya satu bulan, jadi sekaligus diberikan uangnya 3 kali berturut-turut," tandasnya.