Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko. (Foto: Istimewa)
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko. (Foto: Istimewa)

MALANGTIMES - Pemkot Batu sudah memberikan izin kepada tempat wisata di Kota Batu untuk buka di tengah era transisi new normal atau kelaziman baru hidup di tengah pandemi Covid-19. 

Hanya saja, pada Senin (1/6/2020) Wali Kota Batu mengakui belum ada tempat wisata yang siap untuk kembali buka.

Baca Juga : Jatim Park Group, Paralayang, dan Selecta Masih Tutup

Meski sudah diperbolehkan untuk buka, tetapi Pemkot Batu memberikan catatan agar pengelola destinasi wisata menyiapkan Standart Operasional Prosedure (SOP) atau protokol kesehatan sesuai dengan tempat wisata. 

Mulai dari menyiapkan alat pengukur suhu tubuh, hand sanitizer, tempat cuci tangan, dan sebagainya.

“Kemudian bagaimana dengan kesiapan sumber daya manusianya. Karyawannya harus wajib menggunakan sarung tangan, pelindung wajah, dan sebagainya agar terlindungi, itu yang harus dipersiapkan,” ucap Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko. 

Dia menekankan, SOP kesehatan itu harus mengacu pada Perwali nomor 56 Tahun 2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 dalam Status Transisi Darurat ke Pemulihan.

Karena sedang mempersiapkan protokol kesehatan dengan matang, hingga saat ini masih belum ada tempat wisata yang siap untuk buka meski sudah diberi lampu hijau. 

“Tempat wisata sudah dibolehkan buka, tapi terus terang belum ada tempat yang siap,” imbuhnya.

Selain itu juga terkait dengan jumlah wisatawan yang masuk di tempat wisata lanjutnya, harus ada pembatasan. 

Baca Juga : Industri Pariwisata Dibuka, Pakar Ingatkan Second Wave Pandemic

Pembatasan jumlah itu 50 persen dari total kapasitas masing-masing wahana wisata.

“Pengurangan ini juga dipikirkan dari luasan areanya, protokol kesehatan ini juga berkaitan dengan physical distancing,” jelas politisi PDIP ini.

Dewanti tidak ingin jika tempat wisata buka secara bersamaan, dia berharap nantinya pembukaan akan dilakukan secara bertahap. 

“Untuk menghindari potensi titik keramaian, karena yang ditakutkan (wisatawan) sulit untuk dikendalikan,” tambahnya. 

Dibukanya kembali tempat wisata itu, diharapkan bisa kembali memulihkan perekonomian di Kota Batu.