Euforia sebuah kemenangan dalam sepak bola (istimewa)
Euforia sebuah kemenangan dalam sepak bola (istimewa)

MALANGTIMES - Ternyata di dalam sepak bola, penipuan bukan hanya terjadi perkara skill pemain, namun juga ada yang hingga operasi ganti kelamin hingga tetap memasukkan pemain pria ke depan skuat wanita demi sebuah kemenangan.

Dimulai dari negeri Iran, yang memasukkan pemain pria ke dalam Timnas wanita pada 2015. Terungkap bahwa mereka memasukkan beberapa pria yang tengah menunggu operasi pergantian kelamin ke dalam skuatnya.

Baca Juga : Gegara Covid-19, Roger Federer Jadi Atlet Terkaya, Kalahkan Ronaldo dan Messi

Mereka seolah-olah tak berbeda dengan pemain wanita lainnya, karena sama-sama mengenakan penutup kepala atau hijab yang digunakan saat bermain.

Timnas Putri Iran

"8 pemain laki-laki sudah tampil untuk Timnas Putri Iran, tanpa melakukan operasi ganti kelamin," kata Mojtabu Sharifi, orang terdekat dari federasi sepak bola Iran.

Dalam sejarah, Iran sendiri telah melegalkan pergantian kelamin sejak 1979 berkat tokoh revolusi bernama Ayatollah Khomeini. Tapi sejak saat itu polemik terkait gender para pemain Timnas wanita IranĀ  mulai dipertanyakan. Terlebih pada 2014 Iran juga terbukti memasukkan 4 pemain pria kedalam timnas wanita. Begitupun pada 2010, ketika mereka menggunakan kiper pria.

Praktik kecurangan juga sempat terjadi di SEA Games 2019, kali ini soal penampilan Faiq Bolkiah di laga melawan Vietnam. Awalnya keponakan Sultan Brunei Darussalam itu tidak dimasukkan dalam starting oleh pelatih HLV Aminuddin Jumat, setelah sebelumnya harus dilarikan ke rumah sakit karena menderita alergi kacang tanah.

Namun entah bagaimana ceritanya, Faiq yang seharusnya mengisi bangku cadangan justru bermain penuh 90 menit sejak menit pertama. Pelatih Aminuddin pun sempat merasa kebingungan, karena ia merasa tidak melakukan perubahan strategi jelang pertandingan, dan keberadaam Faiq di Starting eleven masih menjadi misteri.

Faiq Bolkiah

"Saya tak memilih Faiq Bolkiah, saya hanya berjanji akan memberinya kesempatan bermain, tetapi saya tak mengerti kenapa dia bisa berada di lapangan sebagai pemain utama," kata Aminuddin di lansir Bongda.

Beragam spekulasi pun beredar menanggapi hal itu, mayoritas publik menganggap Faiq telah menggunakan kekuasaannya untuk melampaui instruksi pelatih, demi bisa bermain sejak menit perdana.

Sementara itu dilansir dari livesportasia, pelatih Vietnam Park Hang Seo merasa timnya dicurangi dengan keberadaan Faiq di daftar starting eleven, karena Brunei tidak mengajukan daftar perubahan susunan pemain jelang kick off.

"Dia curang telah bermain di starting line-up, ini sama sekali tidak bisa diterima," kata Park Hang Seo dilansir livesportasia.

Jagad sepak bola juga pernah dibuat gempar pada media 80an, akibat ulah Carlos Kaiser, pemain gadungan yang berhasil menipu klub mapan di Brazil.

Baca Juga : New Normal, Tantangan Baru Bisnis di Dunia Olahraga

Ia memanfaatkan kedekatannya dengan para Bintang Brazil di era 80an. Dengan meminta mereka mempromosikan dirinya ke klub-klub profesional.

Carlos Kaiser

Singkat cerita, ia akhirnya berhasil bergabung bersama salah satu klub Brazil dan sejak saat itu banyak pelatih di Negeri Samba yang percaya dengan bualan Kaiser.

Namun ketika hari pertandingan tiba, Kaiser selalu mengaku cedera agar tidak dimainkan, ketiadaan scan MRI saat itu ikut memuluskan akalan-akalan Kaiser.

"Saya menipu dokter dengan pura-pura cedera, saat itu belum ada yang namanya MRI, pernah suatu ketika saya di tim yang menginginkan saya untuk bermain, untungnya saya punya teman dokter gigi," cetus Carlos Kaiser dilansir The Sun.

Berkat aksi tipu-tipunya saat itu ia berhasil memperkuat sejumlah tim ternama Brazil, seperti Flamengo, Botafogo, Vasco de Gama, hingga Fluminese.

Ibarat setali tiga uang, kasus yang sama juga kembali terulang, kali ini pelakunya adalah pria asal Belanda Bernio Venhagen dilansir dalam Fox pada 2019 lalu Venhagen menipu klub Denmark, Viborg FF untuk mengontraknya.

Venhagen

Sebelumnya pihak klub mengakui bahwa Juli 2019 mereka mendapatkan telepon dari salah seorang yang mengaku agensi sepak bola Stellar Group tentang keberadaan Venhagen, pemain yang pernah malang melintang untuk klub Moldova Din Auto dan Capton City FC di Amerika Selatan.

Padahal pelatih Dinamo Auto Aigon sama sekali tidak pernah mendengar namanya. Sementara pemilik Cape Town City, John mengatakan kalau klubnya batal mengontrak Venhagen.