Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

MALANGTIMES - Perusahaan di Kota Malang tetap diimbau untuk mempekerjakan karyawannya di rumah atau Work From Home (WFH), meski new normal telah disepakati. Hal itu menjadi pilihan, terutama bagi perusahaan yang memungkinkan meminta karyawannya bekerja dari rumah.

Berdasarkan Peraturan Wali Kota Malang Nomor 19 Tahun 2020 tentang Pedoman Masyarakat Produktif dan Aman Corona Virus Disease 2019 bagian ke tiga tentang Pedoman Kegiatan Bekerja di Tempat Kerja pasal 16 ayat dua dijelaskan, agar selama pandemi covid-19 perusahaan menentukan karyawan esensial yang perlu bekerja di kantor dan dapat melakukan pekerjaannya dari rumah.

Baca Juga : Ekonomi Didahulukan untuk Pelonggaran PSBB, Sri Mulyani: Itu Tidak Benar

"Selama masa pandemi covid-19, pengelola tempat kerja menentukan pekerja esensial yang perlu tetap bekerja  atau datang ke tempat kerja dan pekerja yang dapat melakukan pekerjaan dari rumah," bunyi ayat dua pasal 16 Perwal Nomor 19 tahun 2020.

Dijelaskan pula jika karyawan yang memiliki indikasi covid-19 wajib melakukan rapid test. Jika hasilnya reaktif, maka yang bersangkutan harus melakukan tes swab dan isolasi mandiri. Sedangkan tempat bekerja karyawan yang bersangkutan wajib ditutup selama 14 hari atau hingga hasil swab keluar.

Kemudian apabila hasil swab menyatakan jika karyawan yang bersangkutan pisitif covid-19, maka kantor wajib dilakukan penutupan selama 14 hari pula. Sedangkan  jika hasil swab negatif, maka kantor atau tempat kerja bisa tetap buka.

Sementara untuk biaya pelaksanaan rapid test dan swab di masing-masing instansi perusahaan sepenuhnya dibebankan kepada perusahaan.

Bukan hanya itu, setiap perusahaan dan karyawan juga wajib menyediakan beberapa kebutuhan sesuai protokol kesehatan. Mulai dari penyediaan alat ukur suhu tubuh, tempat cuci tangan, hand sanitizer, hingga membersihkan kantor secara berkala.

Para karyawan juga wajib menerapkan protokol kesehatan yang berlaku. Karyawan wajib mengenakan masker dalam berbagai aktivitas di tempat kerja. Wajib menjaga kebersihan diri dan mencuci tangan secara berkala.

Baca Juga : Cegah Euforia Warga Saat New Normal, 3308 Personel Bakal Dikerahkan di Malang Raya

Sebagai informasi, Malang Raya resmi melakukan masa transisi menuju new normal sejak hari ini, Senin (1/6/2020). Dari hasil pertemuan dan koordinasi yang dilakukan dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan jajaran Forkopimda Jatim, maka disepakati masa transisi berlangsung selama dua pekan.

Namun apabila kedisiplinan masyarakat bagus, maka masa transisi bisa dilakukan lebih cepat. Jika sebaliknya, maka masa transisi menuju new normal akan berlangsung lebih lama lagi. Selama masa transisi, masyarakat pun diimbau untuk tetap menjalankan protokol kesehatan lebih ketat.