Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (berjilbab) saat memimpin Rapat Persiapan Masa Transisi Era Baru (New Normal) Malang Raya, di Kantor Bakorwil III Malang, Minggu (31/5). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (berjilbab) saat memimpin Rapat Persiapan Masa Transisi Era Baru (New Normal) Malang Raya, di Kantor Bakorwil III Malang, Minggu (31/5). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Kegiatan belajar mengajar bagi siswa siswi sekolah di tengah pandemi Covid-19 bakal dimulai kembali pada 2 Juni 2020 mendatang.

Meski saat ini pemerintah tengah bersiap untuk new normal sebagai bentuk menata kehidupan baru agar masyarakat berdamai dengan Covid-19 namun kegiatan belajar mengajar masih akan diberlakukan secara daring atau online.

Dalam artian, siswa siswi untuk sementara waktu tetap menjalani aktivitas belajar di rumah saja tanpa harus mendatangi sekolahnya.

"Untuk sekolah, termasuk SMA/SMK dimulai pembelajaran bagi siswa di semester genap akan masuk tanggal 2 Juni, tetapi proses belajar mengajar tetap di rumah," ujar Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, usai Rapat Persiapan Masa Transisi Era baru (New Normal) bersama tiga Kepala Daerah se-Malang Raya, di Kantor Bakorwil III Malang, Minggu (31/5/2020).

Hal tersebut, dikatakannya sesuai dengan Surat Edaran Gubernur Nomor 420/2438/101.2/2020 tertanggal 16 April 2020 memperpanjang masa belajar di rumah bagi siswa SMA/SMK/PK-PLK. 

Dalam surat edaran itu dijelaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur menundanya sampai 1 Juni 2020. Dengan demikian proses belajar mengajar di sekolah di SMA/SMK/PK-PLK baru akan aktif kembali pada Selasa 2 Juni 2020.

"Sesuai dengan surat edaran gubernur, maka mereka memulai proses belajar mengajar tetapi di rumah sampai ada penjelasan berikutnya. Sehingga para guru akan melanjutkan kurikulum masing-masing sesuai dengan proses belajar mengajar di rumah melalui sistem daring," imbuhnya.

Namun, berkaitan dengan pelaksanaan masuk sekolah Khofifah menyebut segala variasi diserahkan kepada masing-masing daerah di Jawa Timur. 

"Ini bagi sekolah, SMP ataupun SMA di naungan Pemprov. Tapi, kabupaten kota dengan varian-variannya bisa, tergantung masing-masing kepala daerah," jelasnya.

Sementara itu, di Kota Malang masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) telah usai. Mulai besok, di Malang Raya juga akan digantikan dengan masa transisi new normal.

Nah, perihal pelaksanaan sekolah, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang masih tetap akan mengikuti arahan dari Provinsi Jawa Timur untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara daring di rumah saja dimulai per tanggal 1 Juni 2020 besok.

"Tanggal 1 Juni sudah mulai masuk tapi masuknya di rumah, pembelajaran di rumah. Sambil kita tunggu proses selanjutnya di masa transisi ini. Kami sampaikan kepada masyarakat bahwa banyak masukan di kami justru masih tetap belajar di rumah. Ini akan kami pantau aktivitasnya seperti apa," terangnya.