Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Malang Leonard Agus saat menjelaskan penanganan pasca-banjir kepada awak media di sekitar Sungai Tamban, Minggu (31/5/2020).
Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Malang Leonard Agus saat menjelaskan penanganan pasca-banjir kepada awak media di sekitar Sungai Tamban, Minggu (31/5/2020).

MALANGTIMES - Hujan dengan intensitas sedang hingga deras mengguyur Kecamatan Sumawe (Sumbermanjing Wetan), Kabupaten Malang, pada  Sabtu (30/5/2020) sore sekitar pukul 17.00 WIB. Akibatnya, beberapa rumah warga di Dusun Tamban, Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumawe, terendam banjir karena meluapnya Sungai Tamban.

Kepala Seksi Kedaruratan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Malang Leonard Agus mengatakan bahwa letak Desa Tambakrejo berada di bawah atau dataran yang lebih rendah. Jadi, desa itu mendapatkan kiriman air juga dari desa-desa yang lebih tinggi tempatnya.

"Hujan ini di daerah-daerah ketinggian. Sedangkan Tambakrejo ini desa yang berada di bawah. Karena hujan  lebat, membuat Tambakrejo ini mendapat kiriman air seperti tahun-tahun sebelumnya," ungkapnya, Minggu (31/5/2020). 

Kiriman air tersebut dari aliran Sungai Tamban yang berlokasi di Desa Kedungbanteng dan Desa Tambakasri. Namun,  hingga saat ini intensitas hujan sudah  berkurang.

Dari terjangan banjir tersebut, sejumlah warga terdampak. Leonard menyebutkan bahwa tujuh RT di Dusun Tamban terendam banjir.

"Ini yang terendam itu ada sekitar tujuh  RT, sebanyak 40 KK. Sudah kami siapkan bantuan, mengambil langkah-langkah cepat. Kami mendatangkan sekitar 15 lebih personel dari BPBD Kabupaten Malang untuk mendukung kegiatan ini," beber Leonard.

Ketinggian air yang masuk ke puluhan rumah warga tersebut kurang lebih 50 cm hingga 75 cm. Ketinggian air itu  membuat warga terdampak dan kesulitan  beraktiviitas. 

Leonard mengungkapkan, dalam penanganan pasca-terjangan banjir ini, ada dua fokus utama yang dilakukan.  Yakni nornalisasi aliran sungai dan sumur-sumur warga. 

"Fokus pertama, kami  bersihkan barongan yang ada di sungai. Kemudian material yang berada di jalan-jalan juga kami bersihkan. Fokus juga terhadap sumur-sumur warga  yang mengalami rendaman sehingga harus dibersihkan kembali untuk dapat dipergunakan untuk kebutuhan rumah tangga," jelasnya.