Petugas saat memberikan pakan kepada Penguin Hemboldt di Eco Green Park. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Petugas saat memberikan pakan kepada Penguin Hemboldt di Eco Green Park. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Penguin Hemboldt yang berada di Eco Green Park kini bertambah jumlahnya. Setelah penguin yang menjadi penghuni Eco Green Park sukses menetaskan dua telurnya yang dinamakan Nakula dan Sadewa.

Penambahan jumlah keluarga baru Penguin Hemboldt yang habitat aslinya berasal dari Amerika Selatan dibenarkan oleh Operational Manager Eco Green Park, Deny Rina Sari. 

Baca Juga : Disparbud Kabupaten Malang Siapkan Aturan Berwisata, Ini Isinya

Dirinya mengatakan, pada Februari lalu penguin itu melewati masa moulting sebagai tanda awal bahwa mereka akan memasuki masa kawin.

“Kemudian pada 5 Maret 2020, setelah kawin mereka terpantau membuat sarang dengan mengumpulkan daun-daun kering dari sekitar kandang ditata membentuk lingkaran,” ujarnya.

Lalu pada 24 Maret 2020, terlihat penguin betina dan jantan bergantian mengerami. Lama proses mengeram kurang lebih 30 sampai 40 hari.

“Selama proses pengeraman berlangsung baik. Apalagi dengan tidak adanya pengunjung, pengeraman berlangsung lancar,” imbuh Rina. 

Telur pertama menetas pada 5 Mei lalu yang diberi nama Nakula. Kemudian telur berikutnya menetas satu hari setelah Nakula, yakni 6 Mei diberi nama Sadewa. 

Rina menambahkan, dibalik kesukseskan hadirnya dua penguin itu tidak lepas dari kepedulian menjaga kesehatan dan kebersihan wahana, terutama untuk satwa dan karyawan yang ada di Eco Green Park. 

“Di tengah tanpa kehadiran pengunjung, kami memperhatikan semuanya. Mulai dari karyawan yang merawat sebelum masuk ke wahana dicek dulu,” kata mantan Operational Manager Museum Tubuh ini.

Baca Juga : Usai Pandemi Covid-19, Kabupaten Malang Siapkan Destinasi Edukasi Wisata Alam

Lalu dilakukan penyemprotan kandang satwa sebanyak dua kali selama satu minggu. Sedangkan untuk kebersihan kandang, dibersihkan setiap hari.

“Terutama kotoran satwa tidak boleh menginap di kandang, harus bersih. Untuk pakan yang sudah 24 jam, untuk hari selanjutnya mulai dibersihkan,” tambahnya. 

Tidak lupa pemberian vitamin, dan dicek kesehatannya oleh dokter. Kebetulan di sana memiliki dua dokter hewan untuk menjaga kesehatan satwa di sana.