Habib Bahar bin Smith (Foto: Fajar)
Habib Bahar bin Smith (Foto: Fajar)

MALANGTIMES - Penangkapan kembali ulama Bahar bin Smith atau yang kerap dipanggil Habib Bahar hingga kini masih ramai diperbincangkan.  

Terbaru, mantan Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mengungkapkan fakta baru mengenai penangkapan Bahar bin Smith. 

Fakta baru itu didapatkan Fadli Zon dari ibu dan istri bahar bin Smith.  

Fadli mengatakan jika penangkapan Bahar bin Smith saat itu diiringi oleh ratusan aparat bersenjata lengkap. 

Diketahui, Habib Bahar kembali ditangkap pada Selasa (19/5/2020) pukul 02.00 WIB.  

Ibu dan istri Habib Bahar diketahui telah mendatangi Fadli Zon di kediamannya.  

Keduanya mengaku kaget saat mengetahui ratusan aparat bersenjata lengkap menangkap Habib Bahar. 

Hal tersebut diungkapkan Fadli Zon melalui akun Twitternya @fadlizon pada Kamis (21/5/2020). 

"Mereka juga kaget penahanan Habib Bahar di pesantren melibatkan ratusan aparat bersenjata lengkap," ujar Fadli.  

Awalnya, ibu dan istri Habib Bahar datang untuk membahas pemindahan Bahar ke Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.  

Diungkap Fadli, ibu dan istri Habib Bahar tidak mengetahui perihal pemindahan lapas tersebut.  

"Istri dan ibunda Habib Bahar Smith mengonfirmasi bahwa mereka tak diberitahu soal pemindahan ke Nusakambangan," tulis @fadlizon.  

Ibu dan istri Habib Habar juga mengaku dipersulit untuk menjenguk.  

Keduanya harus menunggu berjam-jam untuk bertemu dengan Habib Bahar.  

"Harus menunggu belasan jam untuk menjenguk di Lapas Gunung Sindur, Bogor," terang Fadli. 

Baca Juga : Viral Video Seorang Pria Tantang Duel Luhut Binsar: Jangan Kau Bawa Pasukan!

 

Di sisi lain, Fadli juga menjelaskan jika banyak keanehan atau kejanggalan dalam penangkapan Habib Bahar termasuk pemindahan ke Nusakambangan. 

"Tadi malam, sbg Anggota @DPR_RI sy menerima pengaduan masyarakat Bogor. Ini langsung dr pengacara, santri dan keluarga Habib Bahar Smith. Byk keanehan/kejanggalan dlm penahanan kembali Habib Bahar, termasuk pemindahan dadakan tanpa pemberitahuan ke Nusakambangan," papar Fadli.