Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

MALANGTIMES - Dalam sebuah riwayat disebutkan, Rasulullah SAW pernah bertemu dengan seekor unta yang mengamuk saat melakukan perjalanan menuju Madinah. 

Unta itu mengamuk dan membuat onar di berbagai sudut kota. Penduduk kota saat itu merasa kewalahan dengan amukan dari unta tersebut.

Baca Juga : UIN Malang Kupas Turunnya Al-Qur'an ke Nabi Muhammad yang Tak Bisa Baca Tulis

Namun pada akhirnya, unta itu tunduk dan berhenti mengamuk saat dipanggil Rasulullah SAW. 

Dr. Khalid Zeed Abdullah Basalamah, Lc., M.A. atau lebih dikenal sebagai Ustadz Khalid Basalamah menyampaikan, kisah kekuasaan Rasulullah SAW atas unta itu menjadi salah satu mukjizat Rasulullah SAW atas hewan.

Dikisahkan, jika saat itu Rasulullah SAW tengah melakukan perjalanan dengan salah seorang sahabat, yaitu Jabir. 

Saat berada di kota dekat dengan Madinah, Rasulullah SAW mendengar kabar ada seekor unta yang ngamuk dan menyerang setiap orang yang lewat.

Saat itu, para sahabat pun meminta agar Rasulullah SAW berhati-hati dengan keberadaan unta yang mengamuk tersebut. 

Namun saat melihat unta tersebut, Rasulullah SAW memilih untuk mendekat. Saat itu terlihat unta tersebut mulai menundukkan kepalanya.

"Kepalanya menunduk hingga ke tanah," kata Ustadz Basalamah.

Unta itu pun kemudian berjalan menuju arah Rasulullah dengan selalu menundukkan kepalanya. 

Kemudian Rasulullah SAW memegang kepala sang unta sembari meminta tali kekang untuk unta tersebut.

Dengan memegang kekangan unta, Rasulullah SAW pun berkata, "Tidak ada sesuatu apapun di langit dan bumi kecuali mengetahui kalau aku adalah utusan Allah. Kecuali pembangkang dari jin dan manusia,".

Mendengar ucapan Rasulullah SAW, unta tersebut berhenti mengamuk dan tak lagi membuat onar di sisi kota.

Baca Juga : Kaki Atik Patah Saat Membunuh Musuh, Sentuhan Rasulullah SAW Membuatnya Sembuh

Bukan hanya pada unta, kisah kekuasaan Rasulullah SAW sebelumnya juga tergambar dalam banyak kisah lainnya. Salah satunya adalah kekuasaan Rasulullah SAW atas air.

Dalam HR Bukhari disebutkan jika Rasulullah SAW pernah mengeluarkan air dari jari-jarinya. 

Mukjizat tersebut terjadi di masa perjanjian Hudaibiyah. Saat itu, pasukan muslim kehabisan air bersih dan hanya tersisa satu ember air saja.

Sedangkan pasukan muslim saat itu berjumlah sekitar 1.300 orang. Air bersih yang diperlukan untuk minum dan wudhu pun telah habis. Sedangkan sisa satu ember air saat itu diserahkan kepada Rasulullah SAW saat hendak berwudhu.

Dalan riwayat tersebut disampaikan jika 1.300 pasukan tersenut bergerombol ketika Rasulullah SAW hendak berwudhu. 

Lalu Rasulullah SAW bertanya apa yang membuat mereka berkumpul. Kemudian para sahabat menyampaikan jika air telah habis dan tersisa hanya pada ember Rasulullah SAW tersebut.

Kemudian Rasulullah SAW pun memasukkan tangan ke dalam ember dan dari jari beliau keluar air. Maka sat itu seluruh sahabat mengisi kendi masing-masing untuk minum dan wudhu.

Ketika sahabat dan pasukan muslim yang berjumlah 1.300 orang itu selesai mengisi kendi mereka masing-masing dan usai wudhu, air dalam wadah Rasulullah SAW tersebut tumpah dan berhenti ketika Rasulullah SAW mengangkat tangan beliau.