Suasana saat wartawan tengah dilakukan rapid test oleh petugas kesehatan dari Dinkes Kota Malang, Senin (18/5). (Arifina Cahyanti Firdausi/ MalangTIMES).
Suasana saat wartawan tengah dilakukan rapid test oleh petugas kesehatan dari Dinkes Kota Malang, Senin (18/5). (Arifina Cahyanti Firdausi/ MalangTIMES).

MALANGTIMES - Para wartawan yang bertugas peliputan di Kota Malang telah menjalani rapid test, hari ini (Senin, 18/5/2020).

Sejak pagi tadi, puluhan awak media mainstream mulai dari wartawan elektronik, cetak, maupun wartawan media online nampak saling bergantian untuk melakukan tes di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Dinkes (Dinas Kesehatan) Kota Malang.

Juru Bicara Gugus Satgas Covid-19, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang dr Husnul Muarif menyatakan totalnya ada 51 peserta yang menjalani rapid test hari ini.

"Ada 51 yang menjalani rapid test, ini baru kita rekap dan kita cek semuanya. Konfirmasi lebih lanjut ke Kabag Humas Pemkot Malang," terangnya.

Tak berselang lama, sore ini hasil rapid test dari para awak media diumumkan oleh Kabag Humas Pemkot Malang, Nur Widianto.



Dari total 51 peserta, ada 1 wartawan yang dinyatakan reaktif. Sementara lainnya diketahui non reaktif.

"Hasinya 1 reaktif, 50 non reaktif. Bahwa hasil rapid test akan kami info secara makro, jumlah yg dirapid dan reaktif atau non reaktif (kuantitatif) dan yang reaktif, dari Humas atau dari Dinkes akan diinfokan secara private (japri), DMP," jelasnya.

Sebagai informasi, hasil reaktif pada rapid test bukan menjadi penentu seseorang dinyatakan sebagai positif Covid-19. Namun, untuk penentuannya tetap harus melalui tes swab.


Pria yang akrab disapa Wiwid ini menambahkan, bagi peserta yang dinyatakan reaktif, dimohon untuk melakukan karantina mandiri di rumah sementara waktu sembari menunggu pelaksanaan rapid test yang kedua.

"Teruntuk sobat yang reaktif, untuk sementara waktu rehat di rumah dulu (WFH), selanjutnya menunggu info untuk di rapid test yang ke 2 kalinya," imbuhnya.

Lebih lanjut, dari hasil rapid test yang telah dilakukan tersebut apabila diperlukan untuk pemberkasan pribadi maka Pemkot Malang akan memfasilitasi untuk diberikan datanya.

"Ada pun apabila teman-teman membutuhkan berkas hasil periksa rapid test untuk kepentingan perjalanan kedinasan, humas akan komunikasikan lebih lanjut untuk dapat copy berkas dimaksud," tandasnya.