Kapolres Malang AKBP Hendri Umar saat dikonfirmasi oleh awak media terkait jumlah pelanggar di Pos Check Point Bakpau Telo Lawang saat penerapan PSBB hari pertama, Minggu (17/5/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)
Kapolres Malang AKBP Hendri Umar saat dikonfirmasi oleh awak media terkait jumlah pelanggar di Pos Check Point Bakpau Telo Lawang saat penerapan PSBB hari pertama, Minggu (17/5/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)

MALANGTIMES - Pelanggaran isi penumpang melebihi kapasitas angkutan umum ditemukan petugas di Check Point Bakpau Telo Lawang pada hari pertama penerapan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) Malang Raya, Minggu (17/5/2020). Tercatat ad 23 pelanggaran.

Kapolres Malang AKBP Hendri Umar mengatakanbahwa jumlah pelanggar PSBB hingga pukul 11.00 WIB (17/5/2020) jumlahnya meningkat dan didominasi kelebihan kapasitas penumpang. Untuk hari ini dan besok masih diberikan himbauan berupa teguran lisan.

"Hari pertama ditemukan pelanggaran sudah ada sekitar 23 tadi saya dapat laporan. Itu pelanggarannya yang paling banyak adalah penumpang. Jumlah penumpangnya masih diluar kapasitas seharusnya," ucapnya saat berada di Check Point Bakpau Telo Lawang, Minggu (17/5/2020).

Hendri juga mengungkapkan bahwa kelebihan kapasitas penumpang didominasi oleh mobil-mobil kendaraan umum yang terlihat masih mengangkut penumpang dengan full. Seharusnya menurut aturan hanya 50 persen dari kapasitas penumpang pada hari biasa.

"Jadi besok setengah-setengah ya bu, setengah jalan, setengah menunggu di sana, baru setengah jalan lagi," ucap Hendri saat memberikan imbauan kepada para penumpang ibu-ibu yang berada dalam kendaraan umum tersebut. 

Hendri menegaskan, jika dalam dua hari ke depan masih terjadi pelanggaran yang sama dengan pengendara yang sama bakal diberikan teguran tertulis. Jika dengan teguran tertulis masih diulangi lagi oleh yang bersangkutan akan diberikan tindakan tegas terhadap izin trayek.

"Otomatis jika sudah masuk dalam etalase penindakan, berarti nanti kita lakukan penindakan secara tegas terhadap izin trayek pada kendaraan umum tersebut," tegasnya. 

Sampai siang tadi (17/5/2020) petugas pos Check Point Bakpau Telo Lawang telah melakukan pengarahan putar balik ke daerah asalnya terhadap kendaraan yang tidak memiliki persyaratan yang telah ditentukan. 

"Sudah banyak mobil yang dikembalikan. Sudah ada laporan dari Padal tadi info ke saya mobil yang dikembalikan itu sudah sekitar 18 mobil, semua berasal dari luar kota. Kalau yang 23 tadi itu pelanggaran yang kita temukan di check point ini," tandasnya.