Bandara Abdul Rachman Saleh Malang tampak sepi. (Foto: Istimewa)
Bandara Abdul Rachman Saleh Malang tampak sepi. (Foto: Istimewa)

MALANGTIMES - Jalur penerbangan komersial di Bandara Abdul Rachman Saleh Malang hingga kini masih ditutup oleh pihak bandara. Hal ini diilakukan karena permintaan masyarakat yang menurun drastis.

Meskipun ada kebijakan Kementerian Perhubungan RI yang telah melonggarkan beroperasinya moda transportasi darat, laut hingga udara, pihak Bandara Abdul Rachman Saleh tetap memilih menutup sementara jalur penerbangan komersial. Hal itu pun dikonfirmasi langsung oleh Kepala UPTD Bandara Abdul Rachman Saleh, Suharno.

"Kemarin itu sempat kembali ada (penerbangan tujuan Malang) tapi demand-nya kecil. Sehingga sekarang tidak ada lagi," ungkapnya, Sabtu (16/5/2020).

Suharno menuturkan bahwa permintaan penumpang untuk jalur penerbangan komersial menurun drastis sejak adanya wabah pandemi covid-19 yang menyerang Indonesia, khususnya di wilayah Malang Raya. 

Jika dilihat pada traffic April, Suharno menambahkan bahwa terdapat pengurangan jalur penerbangan, yang biasanya 12 jalur penerbangan  setiap hari menjadi  6 penerbangan saja. "Menyesuaikan permintaan pasar (terkait jalur penerbangan)," ujarnya.

Jika nantinya terdapat pemberangkatan jalur penerbangan, Suharno menuturkan bahwa tetap akan memberlakukan protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah. Selain protokol kesehatan yang diterapkan, tahap-tahap pemeriksaan dokumen penumpang juga akan diperketat.

"Kami menganut edaran dari gugus tugas maupun SE (surat edaran) menhub. Tapi saat ini memang tidak ada penerbangan," ucapnya. 

Kegiatan operasional Bandara Abdul Rachmad Saleh tetap berjalan meskipun jalur penerbangan komersial ditutup. Hingga saat ini, Suharno menyebutkan bahwa penerbangan yang masih aktif adalah jalur penerbangan non-komersial seperti digunakan untuk mengangkut barang atau kunjungan pejabat.

Untuk diketahui, sejak Sabtu (25/4/2020) pihak Bandara Abdul Rachmad Saleh telah menghentikan aktivitas penerbangan komersial. 

Hal ini juga diikuti oleh kebijakan dari pemerintah untuk melarang mudik masyarakat yang harapannya untuk memutus rantai persebaran covid-19 di Indonesia, termasuk di Malang Raya.