Foto bersama di lahan bakal Rumah Tahfidz Al-Qur'an di FKIK UIN Malang, Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg (urutan ke 4 dari kiri). (Foto: Yogi/MalangTIMES)
Foto bersama di lahan bakal Rumah Tahfidz Al-Qur'an di FKIK UIN Malang, Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg (urutan ke 4 dari kiri). (Foto: Yogi/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) akan segera membangun Rumah Tahfidz Al-Qur'an. Rumah Tahfidz Al-Qur'an ini akan didirikan di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Kampus 3 UIN Malang. Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg melakukan peletakan batu pertamanya ba'da salat Jumat, (15/5/2020).

Rumah Tahfidz Al-Qur'an ini akan dibangun di lahan seluas 1.500 m2. Prof Haris menyatakan bahwa Rumah Tahfidz Al-Qur'an ini dibangun untuk mencetak generasi 'Bapak Pengobatan Pertama Ibnu Sina atau Avicenna', seorang legenda dan ilmuwan berpengaruh abad pertengahan masa kejayaan Islam.

"Ini nanti untuk tahfidz. Untuk mahasiswa yang punya minat menghafalkan Al-Qur'an. Gambarannya seperti Ibnu Sina, Avisenna, seorang dokter, seorang ilmuwan, tapi seorang agamawan. Bukan hanya sekedar agamawan biasa tetapi dia seorang expert, seorang fakih, bagian dari fuqaha ulama," beber Prof Haris.

Pembangunan ini, kata Prof Haris merupakan inisiasi dari Ikatan Orang Tua Mahasiswa (IOM) FKIK UIN Malang. Rumah Tahfidz Al-Qur'an ini akan digunakan sebagai pusat bagi mahasiswa untuk menghafal Al-Qur'an.

"Jadi, teman-teman mahasiswa kedokteran, farmasi, yang punya minat untuk menghafal Al-Qur'an agar diberi kesempatan untuk menempati di tempat ini, dan di sini juga diadakan kajian-kajian," paparnya.

Prof Haris berharap, Rumah Tahfidz ini nantinya akan menghasilkan para dokter, apoteker, dan ahli-ahli kesehatan lain yang di samping berkompeten dalam bidangnya, namun juga mempunyai keahlian dalam bidang Al-Qur'an. Jadi, antara sains dan teknologi dengan agama tidak dipisahkan.

"Di samping menghafal, mereka juga tahu persis apa isi dan pemahaman dari Al-Qur'an itu. Dan ini menjadi pedoman bagi mereka dalam mengarungi hidup ini. Bahkan menjadi bekal bagi mereka untuk dakwah. Bukan hanya di Indonesia, tetapi juga seluruh dunia," sambungnya.

Seperti yang diketahui, mahasiswa FKIK UIN Malang bukan hanya berasal dari dalam negeri, tetapi juga luar negeri. Mulai dari Cina, Libya, Sudan, dan lain-lain. Maka dari itu, Prof Haris menegaskan, ini juga merupakan proyek dunia.

Maka dari itu, ini bukan hanya kebanggaan UIN Malang dan Kementerian Agama, namun juga kebanggaan Indonesia.

"Indonesia butuh mencetak para sarjana, para expert, para ahli. Yang disamping menguasai keilmuan juga menguasai agama. Dan akan menjadi modal untuk menciptakan dunia yang damai, yang selaras, yang saling membantu, saling menguatkan, bukan orang-orang yang saling merendahkan mencela dan lain sebagainya," tukasnya.

Maka dari itu, ini juga merupakan cerminan falsafah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di dalam visi misinya, yakni ingin menjadikan alumninya sarjana yang berkarakter Ulul Albab.

"Ini membuktikan bahwa Islam itu tidak memisahkan. Jadi orang yang beragama baik itu ilmuwan, orang yang ilmuwan, cendekiawan, itu tidak pernah akan meninggalkan agama," tandas Prof Haris.

Ketua Pelaksana Pembangunan Rumah Tahfidz Al-Qur'an FKIK UIN Malang Muhammad Ridwan Amin menyampaikan, pelaksanaan gedung 4 lantai berkapasitas sekitar 150 orang ini akan disegerakan.

"Di programnya UIN itu ada mahasiswa yang berminat untuk menghafal Al-Qur'an, cuma di sana (masjid yang baru saja dibangun) belum ada tempat, sehingga kita berinisiatif untuk membangun Rumah Tahfidz ini untuk mereka," paparnya.

Ridwan mengungkapkan, paling tidak satu tahun ke depan pembangunan sudah selesai.

"Harapannya anak-anak lebih agamis dan bisa menerapkan ilmunya dengan baik," tandasnya.

.