Diskusi tematik "Al-Qur'an, Seni, dan Sastra" dalam acara Syiar Ramadan 1441 H UIN Malang. (Foto: istimewa)
Diskusi tematik "Al-Qur'an, Seni, dan Sastra" dalam acara Syiar Ramadan 1441 H UIN Malang. (Foto: istimewa)

MALANGTIMES - Banyak orang berkata bahwa Al-Qur'an itu indah. Sebab, Al-Qur'an merupakan sebuah pengejewantahan sifat-sifat Allah. 

Seperti yang diketahui, 99 sifat Allah terbagi atas tiga sifat besar. Yaitu jamaliyah (keindahan), kamaliyah (kesempurnaan), dan jalaliyah (kebesaran).

Baca Juga : Tiru Sifat Rasulullah Soal Keberagaman, Beriman Itu Tegas Bukan Keras dan Ekstrem

"Saya melihat fenomena-fenomena bahasa yang diungkap  Allah di dalam Al-Qur'an sangat terpampang jelas jamal-nya Allah (keindahan). Apa yang disampaikan oleh Allah kepada Baginda Rasulullah merupakan rangkuman dari kitab-kitab terdahulu," ucap dosen Fakultas Humaniora Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang Dr Sutaman MA.

Keindahan Allah dalam konteks keindahan kata itu terlihat dalam Al-Qur'an. Maka tak heran jika Al-Qur'an tidak pernah bosan untuk didengarkan.

"Bahkan lebih dari itu, apabila kita mencoba melihat jamalnya Allah dalam kata-katanya itu, maka orang tidak akan pernah berpaling sedetik pun untuk mendengarkan dan membaca Al-Qur'an," timpal Sutarman.

Sedikit berbeda dengan Sutaman, Dr Halimi MPd yang juga dosen Fakultas Humaniora UIN Malang beranggapan bahwa indah itu relatif. "Kadang kita memaknai indah itu sesuatu yang membuat kita terpesona. Misalkan bunga, ada yang menganggap indah, ada yang menganggap tidak. Ada orang misuh (mengumpat) bisa jadi bagi seseorang ini indah. Tapi bagi seseorang yang mungkin tidak paham, maka dia akan bilang jorok," paparnya.

"Maka ini kemudian keindahan itu di mana?" sambung dosen Jurusan Bahasa dan Sastra Arab UIN Malang tersebut.

Halimi melanjutkan, dalam Al-Qur'an juga terdapat kata jahanam. Apakah jahanam itu tidak indah? Padahal katanya semua yang terkandung dalam Al-Qur'an itu indah.

Baca Juga : Jangan Hanya Mikir Akhirat, Pakar UIN Malang: Al-Qur'an Juga Suruh Kita Bahagia di Dunia

"Maka sastra dalam Al-Qur'an itu berbicara apa pun yang membuat emosi. Itu sebenarnya," tandasnya.

Sutaman dan Halimi menjadi narasumber dalam diskusi tematik "Al-Qur'an, Seni, dan Sastra" pada acara Syiar Ramadan 1441 H UIN Malang. Selain mereka, terdapat dua dosen lain dari Fakultas Humaniora yang menjadi pembicara, yakni Dr Faisol MAg dan Dr Wildana Wargadinata Lc MAg.