Salat Idul Fitri di rumah. (Foto:  Muslim.sg)
Salat Idul Fitri di rumah. (Foto: Muslim.sg)

MALANGTIMES - Pandemi global covid-19 saat ni membuat suasana Hari Raya Idul Fitri akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. 

Seperti imbauan pemerintah untuk tidak mudik, tentu akan membuat suasana Lebaran lebih syahdu karena jauh dari keluarga besar. Termasuk dengan kebiasaan salat berjamaah, baik tarawih maupun salat Idul Fitri.

Upaya tersebut dilakukan tentunya untuk memutus rantai penyebaran virus covid-19. Umumnya, di Indonesia salat Id berjamaah digelar di masjid atau di lapangan-lapangan terbuka.  

Namun tahun ini, pemerintah dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) menganjurkan untuk tidak melakukan salat berjamaah di masjid, termasuk untuk salat Idul Fitri.

Meski tidak bisa melakukan salat Idul Fitri berjamaah di masjid, salat Id ternyata bisa dilakukan di rumah sendiri maupun berjamaah bersama keluarga.

Lantas bagaimana hukum melakukan salat Id di rumah?  Dilansir melalui ibtimes.id, salat Id merupakan salah satu ibadah yang sangat penting.  

Hal itu terbaca dalam rangkaian tuntunan yang telah diamanatkan Rasulullah SAW, yakni: 

1. Memperbanyak takbir sejak malam hari raya hingga menjelang imam naik ke mimbar. 
2. Dianjurkan, sebelum pergi salat Id untuk sarapan pagi dan sebagai penegaskan bahwa pada hari itu bukan lagi hari berpuasa. 
3. Menggunakan pakaian terbaik dan memakai parfum terbaik. 
4. Memilih jalan berbeda untuk pergi dan kembali. 
5. Para umat muslim harus hadir di masjid atau tanah lapang, termasuk para gadis yang sedang dipingit dan perempuan yang sedang menstruasi. Perempuan yang tidak ada jilbab pada hari itu wajib dipinjami oleh temannya.

anggota Komisi Fatwa MUI Pusat Ustaz Satibi Darwis mengungkapkan, terdapat prespektif empat mazhab tentang hukum melaksanakan salat Id di rumah.  Yang pertama yakni jumhurul ulama dari mahzab Maliki, yang memperbolehkan melakukan salat Id sendiri di rumah.  

Hal itu dijelaskan oleh Imam Al-Kharasyi dalam Syarhul Kharasyi jilid 2 halaman 104:  "Dianjurkan bagi siapa yang ketinggalan salat Id bersama imam, untuk dia salat sendiri." 

Yang kedua yakni Syafi'i yang dijelaskan oleh Imam Nawawi dalam Syarah Muhadzdzab di jilid 5 halaman 19:  "Disunahkan melaksanakan shalat Id secara berjamaah. Ini adalah masalah yang disepakati karena didasarkan kepada hadis-hadis yang shahih lagi masyhur. Jika seseorang melaksanakannya secara tidak berjamaah, maka menurut pendapat yang kuat, hukumnya sah." 

Selanjutnya mazhab Hanbali yang dijelaskan oleh Ibnu Qudamah dalam kitab Al Mughni:  "Salat tarawih secara sendiri hukumnya adalah opsional. Kalau mau salat sendiri maka ia salat. Jika mau berjamaah, maka boleh." 

Sehingga jika disimpulkan ketiga mazhab di atas berpendapat bahwa salat Id diperbolehkan dilakukan di rumah sendiri atau berjamaah.  

Namun, pada mazhab yang keempat yakni Hanafi dikatakan bahwa salat Id tidak bisa dilakukan sendiri.  Hal itu dijelaskan di dalam kitab Hasyiah Ibu Abidin jilid 2 halaman 175. Pendapat tersebut juga dikuti oleh Ibnu Taimiyah:  "Tidak boleh dia shalat sendiri jika dia ketinggalan bersama imam." 

NIAT DAN TATA CARA SALAT IDUL FITRI DI RUMAH

1. Membaca niat salat Idul Fitri 

اُصَلِّى سُنَّةً عِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا للهِ تَعَالَى 

Usholli sunnatan ‘iidil fithri rok’ataini ma’muuman lillaahi ta’aalaa' 

2. Takbiratul ihram 

3. Membaca doa iftitah 

4. Takbir lagi (takbir zawa-id) sebanyak 7 kali.  

Di antara takbir membaca kalimat tasbih 'subhanalloh wal hamdulillah wa laa ilaha illalloh wallohu akbar'. 

Dilanjutkan membaca Surat Al-Fatihah, surat-surat Alquran dan gerakan salat lainnya hingga salam.

5. Rakaat kedua takbir zawa-id sebanyak 5 kali  

Di antara takbir membaca kalimat tasbih 'subhanalloh wal hamdulillah wa laa ilaha illalloh wallohu akbar'. 

Dilanjutkan membaca Surat Al-Fatihah, surat Alquran dan gerakan salat lainnya hingga salam.