7 aplikasi pelacak Covid-19 (Foto: TECHBYTE.sk)
7 aplikasi pelacak Covid-19 (Foto: TECHBYTE.sk)

MALANGTIMES - Aplikasi adalah bagian terpenting di smartphone.

Dilansir melalui lektur.id, aplikasi merupakan program perangkat lunak yang didesain untuk mengerjakan tugas tertentu.

Baca Juga : Langkah-langkah Menampilkan Layar HP Android ke Laptop atau PC

Dihubungan dengan pandemi saat ini, beberapa negara berlomba-lomba untuk membuat aplikasi.

Aplikasi tersebut khusus dibuat untuk melacak wabah virus Covid-19.

Diketahui, hampir di seluruh negara di dunia telah diserang dengan virus Covid-19.

Covid-19 merupakan penyakit yang datang dari China dan menyerang jutaan orang di dunia.

Di Indonesia sendiri hingga kini pasien positif Covid-19 mencapai 12.776 orang.

Menurut gadgetlogi nantinya aplikasi tersebut akan bisa di download melalui smratphone kalian masing-masing.

Lantas apa saja aplikasi yang diklaim bisa melacak Covid-19?

Berikut 7 aplikasinya yang dua diantaranya buatan Indonesia:

1. PeduliLindungi

PeduliLindungi (Foto: Ditjen Aptika - Kominfo)

PeduliLindungi merupakan aplikasi yang dikembangkan oleh anak bangsa Idonesia.

Aplikasi ini diperkenalkan langsung oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Aplikasi tersebut diciptakan sebagai salah satu upaya untuk meredam virus Covid-19 di Tanah Air.

Cara kerja aplikasi ini, mengandalkan dari partisipan masyarakat untuk saling membagikan data lokasi saat bepergian.

Hal itu agar kontak dengan penderita Covid-19 bisa dilakukan dan terlacak.

2. FightCovid19

FightCovid19 (foto: Nextren)

FightCovid19 dikembangkan oleh pemuda Indonesia bernama Ahmad Alghozi Ramadhan.

Aplikasi ini memiliki peta dan data yang berfungsi untuk membantu melacak orang dalam pemantauan (ODP) dan orang tanpa gejala (OTG) Covid-19.

3. TraceTogether

TraceTogether (Foto: Google Play)

TraceTogether merupakan aplikasi yang dikembangkan oleh Singapura.

Fungsi aplikasi ini yakni untuk mengidentifikasi orang-orang yang mungkin terinfeksi Covid-19.

Menariknya, aplikasi ini bekerja dengan memanfaatkan sinyal Bluetooth yang terhubung dari satu ponsel ke lonsel lain dengan jarak maksimal 2 meter.

Nantinya saat ada orang yang terinfeksi Covid-19, pemerintah akan bisa menghubungi warga yang dekat dan meminta untuk menyetorkan data lokasi ponsel.

Baca Juga : Hitungan Detik, Covid-19 Diklaim Bisa Mampus Kena Alat Ini

Dari data tersebut nanti akan dilakukan pelacakan dan interaksi yang pernah dilakukan.

4. Covid Symptom Tracker

Covid Symptom Tracker (Foto: TechCrunch)

Covid Symptom Tracker merupakan aplikasi kolaborasi dari peneliti di King's College London, rumah sakit Guy and St Thomas, dan perusahaan pengetahuan data kesehatan ZOE.

Aplikasi ini diharapkan bisa melakukan pelacakan yang dipakai di negara Inggris.

Nantinya aplikasi ini bisa membantu untuk melacak persebaran Covid-19 dan mengetahui siapa saja yang besar ada dalam risiko.

Mereka akan diminta waktu satu menit setiap harinya untuk melaporkan kondisi kesehatan mereka, apakah sehat atau tidak.

5. Close Contact Detector

Close Contact Detector (foto: lin today)

Aplikasi Close Contact Detector dikembangkan oleh pemerintah China.

Mereka bekerja sama dengan perusahaan China Electronics Technology Group Corp (CETC).

CETC mengandalkan data dari sejumlah lembaga pemerintah terkait untuk melacak pegerakkan warganya.

Diklaim aplikasi ini mampu mengindikasi status kesehatan seseorang sehingga pengguna bisa mengetahui kondisi seseorang apakah terkena Covid-19 atau tidak.

6. AC19

AC 19 (Foto: Gizchina.com)

Tak mau kalah dari negara-negara maju, Iran juga merilis aplikasi untuk melacak Covid-19.

Aplikasi tersebut bernama AC19.

Pemerintah Iran meminta agar warganya menginstal aplikasi itu sebelum ke rumah sakit.

Aplikasi ini diklaim bisa mendeteksi apakah orang terinfeksi Covid-19 atau tidak dalam hitungan detik.

Selain itu juga memberikan referensi apakah warga harus segera ke rumah sakit atau melakukan karantina mandiri.

7. Home Quarantine

home quarantine (Foto: Google Play)

Home Quarantine merupakan aplikasi dari Polandia.

Aplikasi ini ditujukan bagi warga Polandia untuk memastikan orang tetap berada di rumah selama masa karantina.

Cara kerja dari aplikasi ini yakni warga harus mengirimkan foto selfie ke aplikasi selama masa karantina.

Jika dalam waktu 24 jam tidak mengirim foto selfie, polisi akan melakukan kunjungan.