Pemuda yang ditangkap karena melakukan balap liar (Hendra Saputra)
Pemuda yang ditangkap karena melakukan balap liar (Hendra Saputra)

MALANGTIMES - Berbekal informasi dari media sosial akhirnya Polresta Malang Kota berhasil meringkuk 62 remaja beserta 38 unit sepeda motor dalam razia balap liar di Jalan Raya Kembar Gadang Kamis (7/5/2020) sekitar pukul 04.00 WIB.

Baca Juga : Di Kota Malang, Anak 9 Tahun Hingga Penerima PKH Tercatat Sebagai Penerima BST

Kegiatan balap liar itu  selalu membuat keresahan masyarakat. Bukan hanya karena sedang menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan saja tapi, juga di saat gencarnya pemerintah menganjurkan aturan di rumah saja untuk mencegah penyebaran virus Covid-19.

Sebelumnya, pada bulan Ramadan selalu digunakan para remaja untuk menghabiskan waktu sebelum buka puasa dengan 'ngabuburit'. Tapi 'ngabuburit' yang dimaksud dalam hal ini adalah balap liar yang biasanya dilakukan di arena trek GOR Ken Arok, Kota Malang.

Namun situasi berubah kala Covid-19 menerjang Indonesia dimana banyak tempat pelayanan publik ditutup oleh pemerintah daerah untuk menghindari penyebaran virus berbahaya itu.

Tapi nampaknya, para pemuda ini tidak kehilangan akal untuk melanjutkan aksinya dengan melakukan balap liar. Alhasil, selepas sahur biasanya adalah waktu yang digunakan untuk balap liar.

Anggota Kepolisian pun juga tidak kehilangan akal, Polresta Malang Kota di bawah komando Kombes Pol Leonardus Simarmata berhasil mengungkap praktik balap liar yang di dilakukan sekelompok pemuda di Jalan Raya Kembar Gadang.

Memang pada masa pandemi Covid-19 ini terlebih pada bulan Ramadhan, Polresta Malang Kota kerap melakukan razia di jam-jam tertentu. Mengingat Kota Malang saat ini banyak dikatakan masyarakat dalam masa 'rawan' kejahatan.

Setelah menangkap kawanan pemuda yang melakukan balap liar, Polresta Malang Kota kemudian membawa ke halaman Mapolresta Malang Kota untuk didata dan diperiksa lebih lanjut.

"Ini tadi sekitar jam 4 kami melaksanakan kegiatan razia. Ada 62 orang yang kami amankan, usianya antara 12 sampai 22 tahun. Untuk kendaraan roda 2 ada 38 unit yang diamankan," ujar Kombes Pol Leonardus Simarmata.

Baca Juga : Pembagian Sembako Terus Berjalan, Ribuan Paket Sembako Sudah Tersalurkan

Lanjut Leo (sapaan akrab Kombes Pol Leonardus Simarmata), kendaraan yang digunakan untuk melakukan balap liar itu langsung di semprot dengan antiseptik untuk pencegahan dini yang dikhawatirkan virus Covid-19. "Begitu sampai di sini kami langsung melakukan penyemprotan dengan antiseptik dan kami cek dengan thermalgun," katanya.

Diketahui, Polresta Malang Kota berhasil mendapat informasi balap liar itu sejak Rabu (6/5/2020) sore. Di mana ada seperti sebuah pengumuman yang akan menggelar balap liar.

Berbekal informasi itu, akhirnya Polresta Malang Kota berhasil tiba di waktu yang tepat di mana masih banyak pemuda yang melakukan balap liar dan juga yang menontonnya.

"Kami sudah dapatkan pengumumannya sore, jadi di media sosial itu mereka sudah ada yang mengumunkan dan juga menyebutkan nomor kendaraan yang akan balapan itu," ungkapnya.

Setelah dikumpulkan di halaman Mapolresta Malang Kota 62 pemuda yang ditangkap di Jalan Raya Kembar Gadang itu kemudian diberikan sanksi tilang sesuai dengan kendaraan yang sudah ditangkap. Setelah itu Polisi memulangkan para pemuda tersebut, karena tidak ditemukan barang bukti yang mengarah pada tindak kriminalitas atau praktik perjudian.