Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Kesehatan

Ngobrol Live Bersama Dinkes Kota Malang soal Covid-19, ODR hingga OTG Dikupas Tuntas

Penulis : Arifina Cahyati Firdausi - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

07 - May - 2020, 01:19

Placeholder
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Malang dr Husnul Muarif (kiri) saat mengisi acara Ngobrol Live Bareng Dinas Kesehatan, Kamis (6/5). (Foto: capture youtube Pemkot Malang).

MALANGTIMES - Berbicara mengenai pandemi covid-19, maka Anda akan disuguhi beragam istilah. Mulai dari ODR, ODP, PDP hingga OTG.

Dari beberapa istilah tersebut, masih banyak masyarakat yang kesulitan membedakan kriteria pengelompokan kategori tersebut dalam kasus covid-19.

Melalui Ngobrol Live Bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang yang disiarkan melalui channel youtube Pemkot Malang siang ini (Rabu, 6/5) bertema Perkembangan Pandemi Covid-19 di Kota Malang, berbagai kategori tersebut dibahas tuntas.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Malang dr Husnul Muarif sebagai narasumber dalam acara tersebut menjelaskan bahwa masyarakat perlu memahami akan kriteria-kriteria itu.

Kriteria tersebut dibuat untuk mengelompokkan risiko serta penampakan gejala dari orang-orang yang mungkin atau sudah terpapar virus pembawa covid-19. "Untuk itu, kita harus tahu dulu istilah-istilah yang ada dalam pandemi covid-19 ini," katanya.

Lantas, seperti apa sih seseorang bisa masuk dalam kategori-kategori tersebut? Husnul menjelaskan, ODR (orang dalam risiko) merupakan orang yang pernah atau ada di wilayah terjangkit covid-19 atau disebut juga zona merah. Dalam hal ini, siapa pun bisa masuk dalam kategori tersebut.

"Jadi, kayak kita-kita ini (warga yang berada di Kota Malang) ini ODR. Soalnya,  kita berada di zona merah. Kiita berada di daerah terjangkit itu sudah masuk ODR," terangnya.

Kemudian, dari status tersebut, apabila ditemukan keluhan gejala covid-19 seperti batuk, flu, dan demam, maka akan meningkat untuk dimasukkan ke kategori ODP (orang dalam pantauan).

"Nah, ketika sudah ODP, kalau tidak teratasi akan timbul gejala di saluran infeksi pernapasan atas yang lain. Seperti nyeri tenggorokan dan terkadang ada kelainan pada toraks-nya. Itulah yang kemudian disebut dengan PDP (pasien dalam pengawasan)," jelasnya.

Kategori PDP ini ada 3 jenis, dari yang ringan, sedang, dan berat. Untuk jenis gejala sedang dan berat, maka pasien harus menjalani perawatan di rumah sakit. "Jika gejalanya ringan, biasanya perawatan di rumah. Tetapi setelah konsultasi dengan rumah sakit," ungkap juru bicara Gugus Satgas Covid-19 itu.

Sementara, berkaitan dengan PDP yang menjalani perawatan di rumah sakit, maka harus dilakukan pemeriksaan swab untuk mengetahui apakah pasien terkonfirmasi positif atau negatif covid-19.

"Swab itu dilakukan dari pengujian pernapasan bagian atas nasofaring dan tenggorokan. Hasil dari itu kalau terkonfirmasi positif, itulah yang dimaksud dengan positif covid-19," ujarnya.

Lebih lanjut, kategori yang cukup membuat banyak orang khawatir adalah OTG (orang tanpa gejala). Husnul menyatakan, yang masuk dalam kategori ini adalah orang yang memiliki kontak erat dengan conform positif covid-19. Biasanya, akan lebih banyak dialami bagi pekerja di rumah sakit. 

Baca Juga : Kota Batu Catat Sehari Tambah 17 Orang Pasien Dalam Pengawasan Covid-19

"Siapa itu, tenaga kesehatan, perawat, yang ngantar-ngantar makanan. Cleaning service-nya yang membersihkan ruangan, itu masuk OTG. Soalnya, dia kontak langsung dengan conform positif," tambah Husnul.

Di rumah sakit, OTG ini akan melalui screening tahap awal, yakni pemeriksaan rapid test. Hasil dari tes tersebut yang akan menjadi penentu apakah pasien harus melanjutkan untuk uji swab sebagai penentu tertular covid-19 atau tidak.

"Dari rapid test itu, ada nggak terbentuk antibodinya. Kalau terbentuk antibodi, rapid test-nya positif (reaktif) ini harus dilanjutkan dengan swab. Dari swab itu nanti yang menentukan pasien tertular covid-19 atau tidak," tandasnya.


Topik

Kesehatan malang berita-malang berita-malang-hari-ini Dinkes-Kota-Malang pandemi-covid-19 Ngobrol-Live-Bersama-Dinas-Kesehatan dr-Husnul-Muarif-



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Arifina Cahyati Firdausi

Editor

Sri Kurnia Mahiruni