Wagub Jatim Emil Dardak
Wagub Jatim Emil Dardak

MALANGTIMES - Update perkembangan penambahan pasien positif Covid-19 di Jawa Timur menunjukkan angka yang mulai melandai. 

Baca Juga : Terus Benahi Fasilitas, RSUD Kota Malang Bersiap Jadi Rumah Sakit Rujukan Covid-19

Pada Senin (4/5) jumlah kasus baru penambahan Covid-19 tercatat hanya 10 saja. 

Penurunan tren ini bersamaan juga dengan memasuki hari ke tujuh pelaksanaan PSBB.

10 kasus baru tersebut yaitu 1 dari Kota Malang, 3 dari Kab Malang, 1 dari Kab Ponorogo, 3 dari Kab Bojonegoro, 1 dari Kota Surabaya dan 1 dari Kab Sidoarjo. 

Sehingga, total kasus yang terkonfirmasi di Jatim menjadi 1.124 kasus.

Dengan jumlah penambahan yang cenderung menurun ini, Jawa Timur tak lagi membuntuti Jakarta yang berada di urutan pertama Covid-19 dengan total 4.539 kasus. 

Di urutan kedua ada Jawa Barat yang memiliki 1.252 kasus dengan terbaru penambahan 193 orang yang dinyatakan positif.

Selain itu, di hari yang sama tercatat penambahan kasus pasien yang terkonversi negatif atau sembuh sebanyak 10 orang. 

Yaitu, 1 dari Kab Madiun, 1 dari Kab Ngawi, 1 dari Kab Lamongan, 4 dari Kab Sidoarjo, 1 dari Kab Ponorogo dan 2 dari Kota Surabaya.

“Dari total yang terkonfirmasi positif Covid-19, sebanyak 817 orang (72,69%) masih dirawat, 187 orang (16,64%) sudah sembuh dan 120 orang (10,77%) yang meninggal dunia,” kata Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak saat konferensi pers.

Sementara untuk kasus PDP (Pasien Dalam Pengawasan) bertambah 90 kasus, sehingga totalnya menjadi 3.409 kasus PDP di seluruh Jatim. 

Baca Juga : PDP di Kota Batu Bertambah Satu, Punya Penyakit Bawaan Diabetes

“Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.621 orang (47,55%) masih diawasi, lalu sebanyak 1.460 orang sudah tidak diawasi dan sebanyak 328 orang yang meninggal dunia,” jelas Emil.

Kemudian untuk kasus ODP (Orang Dalam Pemantauan) bertambah sebanyak 206 kasus, sehingga akumulasinya menjadi sebanyak 20.116 kasus ODP di seluruh Jatim. 

“Dari jumlah tersebut sebanyak 6.122 orang (30,43%) masih dipantau, lalu sebanyak 13.927 orang sudah tidak dipantau dan sebanyak 67 orang yang meninggal dunia,” lanjut Emil kembali.

Sementara itu Ketua Gugus Kuratif Satgas Covid-19 Jatim dr Joni Wahyuhadi menambahkan bahwa walaupun trend mulai menurun namun berdasarkan hasil kajian epidemilogis dan angka morbiditas (kematian) masih tinggi. 

Yaitu, kisaran 10-11 %, padahal idealnya hanya kisaran 5 % ke bawah.

“Dari 3 daerah yang melaksanakan PSBB, Kota Surabaya masih yang terbesar 558 kasus positif, trend morbiditasnya belum turun sebanyak 71 orang yang meninggal dunia dan yang sembuh 86 orang. Sidoarjo 119 kasus positif, yang meninggal 13 orang dan yang sembuh 12 orang, lalu Gresik dari 30 kasus positif, yang meninggal 5 orang dan yang sembuh 8 orang,” kata Joni.

Dia berharap ada upaya signifikan pelaksanaan PSBB diikuti dengan ketaatan dan kedisiplinan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan. Seperti tetap tinggal di rumah, pshysical distancing, cuci tangan dan keluar rumah menggunakan masker.