MALANGTIMES - Situs jual beli online Tokopedia diduga diretas hacker pada Maret 2020 lalu. Peristiwa itu tentunya membuat Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) didesak untuk mengambil langkah penanganan peretasan Tokopedia.
"Regulator harus bertindak cepat. Kementerian Kominfo bisa panggil Tokopedia atau menggandeng BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara)," ujar Heru, salah satu pengguna Tokopedia.
Lebih lanjut, Heru mengatakan kasus dugaan peretasan ini perlu diselidiki apakah benar atau tidak. Upaya tersebut tentunya dilakukan untuk mendalami kasus apakah benar kebocoran data pengguna Tokopedia kepada yang bersangkutan langsung.
Lebih lanjut, Heru berharap agar kasus Tokopedia ini tidak seperti kebocoran data Facebook yang diakui sang pendiri, Mark Zuckerberg, namun Kominfo justru mengatakan tidak ada kebocoran.
Diketahui, sebanyak 15 juta data pengguna Tokopedia telah bocor akibat peretasan ini. Lantas siapa sebenarnya pelaku hacker Tokopedia?
Dilansir melalui laporan ZDnet, belum diketahui pasti siapa sang hacker Tokopedia. ZDnet menyebutkan kacker yang masih belum terlacak itu telah memublikasikan sebagian hasil hack Tokopedia di forum hacking terkenal.
"Sang hacker mengklaim datanya diambil dalam serangan pada Maret 2020 dan (yang dipajang di forum) hanya bagian kecil dari seluruh database user yang diambil dalam hack," tulis laporan ZDnet.
Maski password akun masih terlindung, menurut pengamat keamanan internet Vaksincom Alfons Tanujaya, password yang bocor tidak terbuka karena dalam bentuk hash yang dienkripsi. Sedangkan untuk mengetahuinya harus dengan mengetahui kuncinya yang cukup sulit.
Solusinya yakni untuk pengamanan pengguna diminta untuk mengganti password dan mengaktifkan two factor authentication.
