MALANGTIMES - Setelah penerapan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) penambahan kasus Covid-19 di Jawa Timur khususnya Surabaya Raya menurun.
Baca Juga : Teka-Teki Kematian Ibu Tien 24 Tahun Silam, Tutut Soeharto Ungkap Detik Terakhir Sang Ibu
Tiga daerah yang sudah menerapkan PSBB ini adalah Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Gresik.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada, Rabu (29/4) merilis hanya ada penambahan 16 kasus positif Covid-19.
Paling banyak berasal dari Kabupaten Malang dengan 4 kasus.
Sementara di Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo hanya ada tambahan dua kasus, serta satu kasus tambahan di Kabupaten Gresik.
Selanjutnya, dua tambahan dari Kabupaten Lumajang, tiga kasus baru di Kabupaten Pamekasan, satu kasus di Kabupaten Tuban dan Kota Mojokerto.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, dengan tambahan 16 kasus baru di Jatim, saat ini total sudah ada 871 kasus di Jawa Timur.
Sementara itu, untuk orang yang masuk status PDP menurut dia berjumlah 2.986 orang.
Sedangkan yang masuk status ODP ada 19.051 orang di Jatim.
"Kami berharap dengan penerapan PSBB ini, angka itu bisa semakin landai. Sehingga kita bisa cepat selesaikan ini semua," kata Khofifah, saat melakukan konferensi pers terkait percepatan penanganan Covid-19.
Selain itu, pergerakan kendaraan maupun orang yang masuk ke Kota Surabaya, Jawa Timur, berkurang lebih dari 20 persen selama dua hari penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Meskipun, di lapangan pelanggaran masih saja ditemukan.
"Kendaraan roda dua yang ke luar masuk Surabaya turun 12,96 persen, dan kendaraan roda empat yang ke luar masuk Surabaya turun 22,2 persen," lanjut Khofifah.
Baca Juga : Hari Kedua PSBB: Bundaran Waru Tak Lagi Macet
Penurunan tajam tercatat pada angka pemudik atau warga pulang kampung dengan menggunakan angkutan publik, baik jalur darat, laut maupun udara.
Terdapat penurunan jumlah penumpang kereta api tujuan sejumlah daerah di Jatim hingga 95 persen.
Bahkan, untuk jalur udara, penurunan jumlah penumpang di Bandara Juanda tercatat 100 persen.
Penumpang yang naik dan turun di pelabuhan di Surabaya juga mengalami penurunan hingga 99 persen.
Sama seperti angkutan darat dan udara, penurunan penumpang kapal terjadi karena pihak operator tidak lagi melayani angkutan orang selama PSBB.
Kapal-kapal beroperasi hanya berkaitan dengan pengangkutan logistik.
"Kapal-kapal dari pulau-pulau yang akan ke area PSBB itu tidak menjual tiket. Berarti ke Gresik maupun ke Surabaya mereka tidak lagi menjual tiket dari pelabuhan asal. Hanya kapal yang mengangkut logistik saja yang masih beroperasi," ujar Khofifah.
