Riset Indef, Tiga Menteri Ini Raih Sentimen Negatif Tertinggi Soal Tangani Covid-19

Apr 26, 2020 16:28
Luhut Binsar, Yasonna Laoly, dan Terawan Agus (Foto: IST)
Luhut Binsar, Yasonna Laoly, dan Terawan Agus (Foto: IST)

MALANGTIMES - Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk memutus rantai penyebaran virus Corona (Covid-19) di Indonesia.  

Namun, upaya tersebut justru banyak mendapat sentimen dari warganet.  

Kini, sentimen warganet dalam penanganan virus Covid-19 yang dilakukan pemerintahan telah dipetakan.  

Terdapat tiga nama menteri dalam Kabinet Indonesia Maju yang mendapat sentimen warganet tertinggi.  

Ketiganya yakni Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan, Menkum HAM Yasonna Laoly, serta Menteri Kesehatan Terawan Agus.  

Dilansir melalui detik.com, Institute for Development of Economics and Finance (Indef)-Datalyst Center memaparkan hasil riset big data kebijakan COVID-19 melalui keterangan tertulis pada Sabtu (25/4/2020).  

Dalam riset tersebut terdapat dua komponen yang menunjukkan perspektif warganet terhadap Jokowi beserta jajarannya.  

I. Perspektif Publik Terhadap Jajaran Pemerintah dalam Penanganan Krisis 

1. Presiden Jokowi 
22.574 perbincangan soal Kartu Pra Kerja Jokowi dan Stafsus Milenial 
Perbincangan positif: 32% 
Perbincangan negatif: 68% 

2. Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly 
6.895 perbincangan soal pembebasan napi (koruptor) 
Perbincangan positif: 19% 
Perbincangan negatif: 81% 

3. Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto 
2.384 perbincangan soal Birokrasi Pengajuan PSBB, dll 
Perbincangan positif: 21% 
Perbincangan negatif: 79% 

4. Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan 
1.167 perbincangan soal Ijin ojol Kemenhub, tetap beroperasinya bus antarkota 
Perbincangan positif: 14% 
Perbincangan negatif: 86% 

5. Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki 
463 perbincangan soal data Kartu Pra Kerja untuk kebutuhan rakyat 
Perbincangan positif: 97% 
Perbincangan negatif: 3% 

Dari hasil riset itu Jokowi menjadi sosok yang paling sering diperbincangkan.  

Ia mendapatkan persentase 66 % yang merupakan sentimen negatif dan 34 % sentimen positif.  

Sementara yang paling mendapat perbincangan negatif yakni Menko Marves Luhut dengan 86% perbincangan negatif, disusul Menkum HAM Yasonna dengan 81% perbincangan negatif, dan Menkes Terawan dengan 79% perbincangan negatif. 

II. Perbandingan Perspektif Negatif Publik Terhadap Jajaran Pemerintah dalam Penanganan Krisis pada Dua Periode Analisis 

1. Presiden Jokowi 
Periode I total 8,666 perbincangan: 79% perbincangan negatif 
Periode II total 22,574 perbincangan: 68% perbincangan negatif 

2. Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto 
Periode I total 16,505 perbincangan: 93% perbincangan negatif 
Periode II total 2,384 perbincangan: 79% perbincangan negatif 

3. Menkum HAM Yasonna Laoly 
Periode I total 14 perbincangan: 72% perbincangan negatif 
Periode II total 6.895 perbincangan: 81% perbincangan negatif 

4. Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan 
Periode I total 147 perbincangan: 57% perbincangan negatif 
Periode II total 1.167 perbincangan: 86% perbincangan negatif 

Riset tersebut dilakukan dalam dua periode.  

Periode pertama pada 27 Februari - 23 Maret 2020, sementara periode kedua pada 27 Maret - 25 April 2020. 

Dari hasil dua periode itu tampak Terawan Agus menjadi menteri yang paling banyak persentase perbincangan negatifnya.  

Sumber data tersebut berasal dari media sosial terutama Twitter.  

Riset periode pertama tim berhasil mengumpulkan 145.000 percakapan dari 135.000 pengguna.  

Sedangkan riset periode dua sebanyak 476.000 percakapan dari 397,2 ribu pengguna.  

Indef-Datalyst Center, melakukan Analisis Sentimen menggunakan metode aspect-based sentiment analysis. 

Analisis tersebut berguna untuk tendensi (sentimen) dari suatu pembicaraan terhadap masing-masing objek yang dianalisis (aspect-based).  
 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru