Personel Polres Madiun bersama eks napi dalam kegiatan bagi-bagi nasi. (foto istimewa)
Personel Polres Madiun bersama eks napi dalam kegiatan bagi-bagi nasi. (foto istimewa)

MALANGTIMES - Tidak semua napi asimilasi meresahkan warga selepas dari penjara karena wabah covid-19. Jika di banyak daerah napi asimilasi diketahui berbuat kriminal lagi, di Madiun napi asimilasi justru dilibatkan polisi dalam kegiatan sosial.

Baca Juga : Viral Kakak Beradik Ditemukan Kelaparan hingga Kondisinya Kurus Kering, 'Pak Bawa Nasi?'

Polres Madiun kota melibatkan tiga napi asimilasi dalam kegiatan berbagi nasi, Kamis (24/4/2020). Ketiga eks napi kasus narkoba tersebut sengaja dilibatkan untuk memberikan edukasi bahwa mereka layak diterima kembali di masyarakat.

"Saya sangat bersyukur bisa memperoleh asimilasi dan diajak untuk berbagi. Ini mungkin jalan awal bagi saya untuk berbuat lebih baik lagi ke depan," kata Muhammad Haris Santoso, salah seorang napi asimilasi.

Harry, sapaan napi itu, mendapat vonis 1 tahun 10 bulan atas kasus narkoba. Warga Kelurahan Mojorejo tersebut seharusnya baru bebas pada Maret 2021 mendatang. Namun dia mendapat asimilasi dan bebas pada 22 April kemarin atau 11 bulan menjalani masa hukuman.

Harry mengaku tidak akan menyia-nyiakan kebebasan yang lebih cepat tersebut. Makanya, tak heran jika dirinya langsung mengiyakan begitu saja ajakan Polres Madiun Kota untuk berbagi.

Program kali ini tidak hanya berbagi. Harry dan dua orang napi asimilasi lain juga mendapatkan tausiyah di Satnarkoba Polres Madiun kota. Tausiyah diharapkan mampu memberikan gambaran akan kehidupan yang lebih baik bagi ketiga napi asimilasi itu.

"Jujur saya kapok. Sebelas bulan masa hukuman itu terasa berat sekali. Ke depan saya ingin menjalani kehidupan yang lebih baik dan tidak mengulangi perbuatan dahulu," ungkap Harry.

Kabag Sumda Polres Madiun Kota Kompol Basuki Dwikoranto menambahkan, keterlibatan napi asimilasi dalam kegiatan sosial ini diharapkan bisa menjadi pembelajaran bersama, terutama kepada masyarakat, agar sudi menerima mereka kembali. Dia menilai ketiga eks napi tersebut sudah layak diterima.

"Sebaliknya kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi pembelajaran sekaligus bimbingan bagi ketiga eks napi agar ke depannya bisa berbuat lebih baik. Dengan melibatkan mereka dalam kegiatan sosial, masyarakat akan menjadi tahu bahwa mereka ini memang layak dan harus diterima kembali," ucapnya.

Terkait kegiatan bakti sosial, Basuki menyebut bahwa kegiatan bagi-bagi nasi oleh Polres Madiun Kota itu dilakukan setiap hari dan sudah berjalan sejak 14 April lalu.

Polres Madiun Kota menyiapkan setidaknya 200 bungkus nasi untuk dibagikan setiap hari. Pembagian secara keliling ini akan terus dilakukan sampai mendekati Lebaran.