MALANGTIMES - Bertambah lagi, satu Pasien Dalam Pemantauan (PDP) di Kota Malang yang meninggal dunia. Pasien berusia 46 tahun itu diketahui sebagai warga di wilayah Kelurahan Kendalsari dan telah dimakamkan di TPU Sukun Nasrani, siang ini (21/4/2020).
Baca Juga : Covid 19 Bikin Pendonor Darah Turun Hingga 30 Persen di Tulungagung
Juru Bicara Gugus Satgas Covid-19 Kota Malang, dr Husnul Muarif mengatakan, jika pasien berjenis kelamin pria itu sebelumnya dirawat di RS Persada, Kota Malang, sejak tanggal 15 April 2020 lalu. Perawatan itu dijalani lantaran pasien memiliki riwayat penyakit stroke.
"Iya itu (pasien) di rumah sakit Persada dirawat. Mulai tanggal 15 April masuk di IGD karena informasinya stroke pendarahan. Kemudian di geser ke ICU di Persada, selama di ICU karena ada beberapa hasil pemeriksaan laboratorium dan penunjang lain seperti foto thorax yang oleh tim dokternya diputuskan untuk rapid test," ujarnya.
Di mana, Pneumonia dan gagal jantung kongestif sering terdiagnosis oleh foto thorax tersebut. Dari hasil rapid test yang telah dilakukan pihak rumah sakit, dijelaskannya untuk Immunoglobulin G (IgG) dinyatakan non reaktif. Sedangkan Immunoglobulin M (IgM) pasien dinyatakan reaktif.
"Karena rapid test itu jika hasilnya reaktif, berarti di dalam tubuh terbentuk anti bodi karena tubuh berusaha melawan paparan virus yang masuk. Dan itu yang terdeteksi pada antibodi IgM- nya saja," imbuh pria yang menjabat sebagai Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang.
Sebelumnya, beredar informasi mengenai hasil tes pasien yang meninggal tersebut. Di mana, hal itu seolah dinyatakan sebagai pasien positif Covid-19. Dalam hal ini, Husnul menjelaskan jika hal itu belum masuk kategori pasien positif.
"Bukan pasien positif Covid-19, karena untuk menentukan pasien positif Covid-19 itu hanya bisa ditentukan dengan pemeriksaan PCR atau swab," tandasnya.
Baca Juga : Satu Pasien Sembuh, Nihil Penambahan Positif dan Meninggal Covid-19 di Jatim
Terpisah, Wali Kota Malang Sutiaji menyatakan, berkaitan dengan hal tersebut ia sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Malang untuk melakukan tracing di lingkungan terdekat pasien. Sehingga, bisa dilakukan pencegahan penyebaran virus.
"PDP itu hasil rapid test-nya positif (reaktif IgM). Dalam hal ini saya minta dinas terkait, dan puskesmas juga langsung menindaklanjuti. Untuk dilakukan tracing, karena alamatnya jelas dan titik pantaunya mudah," terangnya.
Diketahui, data per tanggal 20 April 2020, jumlah PDP di Kota Malang mencapai 124 orang. Enam orang dinyatakan meninggal dunia, 35 orang dinyatakan sehat dan 83 orang masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.
Sementara untuk jumlah ODR (Orang Dalam Resiko) sebanyak 1.662 orang atau bertambah 135 orang dari hari sebelumnya. OTG (Orang Tanpa Gejala) sebanyak 153 orang, ODP (Orang Dalam Pemantauan) 601 orang, dan positif Covid-19 berjumlah 8 orang, yang mana 7 orang telah dinyatakan sembuh.
