Dikabarkan Positif Covid-19, Perenang Nasional Legendaris Lukman Niode Tutup Usia

Apr 17, 2020 15:16
Lukman Niode (istimewa)
Lukman Niode (istimewa)

MALANGTIMES - Legenda atlet renang nasional Lukman Niode yang wafat pada Jum'at (17/4/2020) karena positif terpapar virus Covid-19. Sebelumnya ia telah dirawat di Rumah Sakit Pelni Jakarta dengan status pasien dalam pengawasan (PDP).

Baca Juga : Sejarah Pimpinan KONI Kota Malang, Mulai dari Wali Kota, Ketua DPRD, Sekda Hingga Pengusaha

Sebelumnya, rekan sesama perenang dari Lukman Niode yakni Richard Sam Bera mengkonfirmasi melalui akun Twitter nya bahwa atlet yang pernah meraih dua emas pada SSA Games 1983 Singapura itu telah mengalami masa kritis sejak Rabu (16/4/2020).

"Mohon doa untuk teman kami, sesama mantan perenang Indonesia, brother Lukman Niode yang sedang berjuang mempertahankan hidupnya di rumah sakit. Semoga dia kuat untuk melewati masa kritis ini dan kembali pulih. Amin," tulis Richard melalui akun Twitter nya bernama @richardbera.

Lukman Niode adalah atlet yang berprestasi. Ia beberapa kali berhasil mengharumkan Indonesia di kancah internasional. Selain pernah meraih dua emas untuk nomor punggung 100 m dan 200 m putra pada SEA Games 1983 di Singapura, sebelumnya ia juga pernah meraih medali perak Asian Games 1982 New Delhi.

Prestasi lain yang ditorehkan Lukman adalah menjadi salah satu anggota kontingen Indonesia yang tampil pada Olimpiade XXIII/1984 di Los Angeles, Amerika Serikat.

Selain prestasi di bidang olahraga, Lukman Niode juga terpilih sebagai Best Male Athlete of the Year saat menempuh pendidikan di Amerika Serikat tahun 1981 tepatnya di Golden West College. Sebelumnya, di Cypress High School, Lukman Niode menerima gelar The Best Performance.

Baca Juga : Politisi NasDem Prihatin Olahraga Skateboard Minim Perhatian

Yang menarik, Lukman Niode adalah perenang gaya pungung yang pertama kali bertanding di luar negeri pada Tahun 1973 di Bangkok dan menempati urutan keempat. Setelah kejuaran di Bangkok, Lukie (sapaam akrabnya) berpesta medali 9 emas pada Kejurnas 1976, 10 emas pada PON IX 1977, dan 7 emas pada PON X 1980.

Lukie selalu latihan dengan cara unik di rumahnya yaitu dengan mengisi air westafel hingga penuh dan dalam hitungan 3 selalu mengambil nafas. Niode menggemari gaya punggung karena dukungan dari keluarganya.

Karena prestasinya tersebut, Lukie juga pernah menjadi Instructor Hutington Scuba Dive Club, Amerika Serikat pada tahun 1984 dan instruktur surfing Newport Beach, Amerika Serikat di tahun yang sama. 

Topik
Malang Berita Malang berita malang hari ini Perenang Nasional Legendaris Lukman Niode Rumah Sakit Pelni Jakarta pasien dalam pengawasan

Berita Lainnya

Berita

Terbaru